RELUNG.ID – Sebanyak 150 tahanan dari berbagai wilayah Palestina dibebaskan oleh Israel, Senin kemarin (15/4).
Pembebasan tahanan ini dilakukan melalui perbatasan Kerem Shalom.
Meski demikian, tahanan yang dibebaskan ini dalam kondisi memprihatinkan dengan dipenuhi luka bekas penganiayaan.
Juru bicara Crossings Authority, Hisham Adwan mengatakan 150 tahanan ini ditahan oleh penduduk Israel. Dimana, saat dibebaskan kondisi mereka tidak baik.
Bahkan, beberapa diantaranya harus di rujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
“Sangat terlihat adanya penganiayaan parah terhadap para tahanan ini, beberapa dari mereka dikirim ke Rumah Sakit Abu Yousef al-Najjar untuk perawatan di Rafah,” katanya.
Salah satu tahanan yang tidak ingin diungkapkan mengaku bahwa dia dan temannya dipukuli dan disiksa di penjara Israel.
Dia harus berlutut selama hampir dua bulan dari jam 5 hingga jam 10 malam dengan mata tertutup dan tangan terikat. Tak hanya itu, tentara Israel juga melepaskan anjing untuk menyerang mereka.
“Para tentara (Israel) ini memukuli dan menyiksa kami,” katanya.
Pada bulan lalu, Otoritas Penyebrangan Gaza juga menyebutkan 56 tahanan Palestina yang dibebaskan dari penjara Israel pulang dalam kondisi luka-luka.
Kepala Badan Pengungsi PBB di Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini menyebutkan, warga Gaza yang ditahan oleh pasukan Israel ini mengalami trauma total setelah dibebaskan.
Menurutnya, mereka menerima berbagai macam perlakuan buruk termasuk ancaman sengatan listrik, difoto dalam keadaan telanjang, kurang tidur dan penggunaan anjing untuk mengintimidasi para tahanan.
Meski demikian, Militer Israel membantah melakukan penganiayaan tersebut, mereka mengaku para tahanan ini diperlakukan sesuai dengan hukum internasional.

