RELUNG.ID — Antusiasme masyarakat Sumatera Selatan dalam menyambut mudik Lebaran 2025 begitu tinggi. Hingga 15 Februari 2025, sebanyak 16.653 tiket kereta api (KA) di Palembang telah terjual. Relasi Kertapati-Lubuklinggau menjadi rute paling banyak dipesan oleh para pemudik.
PT KAI Divre III Palembang menyediakan total 52.228 tempat duduk untuk periode angkutan Lebaran yang berlangsung mulai 21 Maret hingga 11 April 2025. Setiap harinya, tersedia rata-rata 2.374 tempat duduk bagi calon penumpang.
Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengungkapkan bahwa KA Ekonomi PSO Bukit Serelo relasi Kertapati-Lubuklinggau PP dan KA Ekonomi PSO Rajabasa relasi Kertapati-Tanjung Karang PP menjadi dua layanan dengan tingkat penjualan tertinggi.
“Untuk periode keberangkatan 23-30 Maret 2025, tiket kedua kereta api ini sudah habis terjual. Namun, untuk kelas di luar tanggal tersebut masih tersedia,” ujar Aida, Senin (18/2/2025).
Di wilayah Divre III Palembang, tiga layanan utama kereta api yang beroperasi adalah KA Bukit Serelo (Kertapati-Lubuklinggau PP), KA Ekspres Rajabasa (Kertapati-Tanjung Karang PP), serta KA komersial Sindang Marga (Kertapati-Lubuklinggau PP).
Tiket kereta api untuk mudik Lebaran telah dapat dipesan sejak 45 hari sebelum jadwal keberangkatan. Pemesanan sudah dibuka sejak 4 Februari 2025 untuk perjalanan mulai 21 Maret 2025 atau H-10 Lebaran. Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan mereka dengan lebih baik.
PT KAI mengingatkan calon penumpang agar teliti saat memesan tiket, terutama dalam mengisi tanggal keberangkatan, tujuan, serta data diri seperti nama dan NIK sesuai yang tertera pada KTP, paspor, atau kartu keluarga.
“Jika ada perbedaan data saat boarding, sistem tidak akan mengenali penumpang dan mereka tidak dapat melakukan perjalanan,” jelas Aida. Kesalahan ini juga bisa berdampak pada kesulitan dalam pengurusan asuransi jika terjadi hal yang tidak diinginkan selama perjalanan.
Bagi penumpang yang salah input data, tiket dapat dibatalkan dengan membeli ulang atau mereschedule di loket atau customer service stasiun. Namun, pembatalan harus dilakukan selambat-lambatnya 30 menit sebelum jadwal keberangkatan. Jika melebihi batas waktu tersebut, tiket tidak dapat digunakan.
Sementara itu, penumpang yang memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI dapat melakukan pembatalan hingga 2 jam sebelum keberangkatan.
“Kami mengimbau masyarakat agar membeli tiket hanya di aplikasi resmi dan agen perjalanan yang bekerja sama dengan KAI guna menghindari potensi penipuan,” tutup Aida.
Dengan masih tersedianya tiket di luar tanggal favorit, masyarakat diimbau segera melakukan pemesanan agar dapat merencanakan perjalanan mudik dengan nyaman dan aman.[THQ]

