RELUNG.ID-Palembang merupakan ibu kota Provinsi Sumatera Selatan yang dikenal sebagai salah satu kota tertua di Indonesia. Selain Sungai Musi dan Jembatan Ampera, Palembang menyimpan banyak objek wisata sejarah dan budaya yang belum banyak diketahui publik, namun menawarkan pengalaman autentik dan bernilai edukatif.
Berikut deretan destinasi wisata sejarah di Palembang yang layak dikunjungi:
1. Museum Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera)
Museum Monpera terletak di Jalan Merdeka No. 1, Kelurahan 19 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang. Museum ini dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan.
Museum Monpera dibangun atas inisiatif para veteran pejuang kemerdekaan yang tergabung dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Gagasan pendiriannya muncul pada 2 Agustus 1970 dan peletakan batu pertama dilakukan pada 17 Agustus 1975. Pembangunan museum berlangsung bertahap sejak 1980 hingga 1988 dan diresmikan pada 23 Februari 1988.
Museum ini dibangun untuk mengenang peristiwa Agresi Militer Belanda II yang mengepung Kota Palembang selama lima hari lima malam.
2. Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II
Museum ini berada di bekas rumah residen Belanda abad ke-19, yang sebelumnya merupakan lokasi Keraton Kuto Lama, istana Sultan Mahmud Badaruddin I. Museum SMB II menyimpan berbagai koleksi sejarah Kesultanan Palembang.
3. Jembatan Ampera
Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat) merupakan ikon utama Palembang. Dibangun pada 1962 menggunakan dana pampasan perang Jepang, jembatan ini awalnya bernama Jembatan Soekarno sebelum berganti nama menjadi Ampera.
4. Masjid Al Islam Muhammad Cheng Ho
Masjid Cheng Ho terletak di Jalan Pangeran Ratu, Seberang Ulu I. Masjid dengan arsitektur khas Tionghoa ini menjadi simbol multikulturalisme di Palembang dan destinasi wisata religi yang populer.
5. Museum Balaputra Dewa
Museum Negeri Provinsi Sumatera Selatan ini berlokasi di Jalan Srijaya, Kecamatan Alang-alang Lebar. Koleksinya mencakup peninggalan prasejarah, Kerajaan Sriwijaya, Kesultanan Palembang, hingga masa kolonial.
6. Taman Purbakala Bukit Siguntang
Bukit Siguntang merupakan situs arkeologi penting peninggalan Sriwijaya. Di puncaknya terdapat makam tokoh-tokoh bangsawan Melayu-Sriwijaya yang dipercaya hidup antara abad ke-6 hingga ke-13 Masehi.
7. Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya
Berlokasi di Gandus, taman ini menampilkan replika dan koleksi sejarah Kedatuan Sriwijaya, lengkap dengan suasana edukatif bagi pengunjung.
8. Masjid Ki Marogan
Masjid tua ini berdiri sejak 1871 di pertemuan Sungai Musi dan Sungai Ogan. Masjid Ki Marogan didirikan oleh ulama besar Palembang, Ki Masagus H Abdul Hamid atau Kiai Marogan.
9. Masjid Lawang Kidul
Masjid Lawang Kidul berdiri sejak 1881 dan merupakan pusat penyebaran Islam di Palembang. Bangunannya masih terjaga keasliannya hingga kini.
10. Kompleks Makam Sultan Abdurrahman
Kompleks pemakaman ini merupakan tempat peristirahatan Sultan Abdurrahman, pendiri Kesultanan Palembang Darussalam, dan terletak di kawasan belakang Pasar Cinde.
11. Situs Makam Ki Gede Ing Suro
Situs ini berada di kawasan Kuto Gawang dan merupakan makam bangsawan Jawa abad ke-16 yang menjadi perintis dinasti Kesultanan Palembang.
12. Kompleks Pemakaman Sabokingking
Makam Sabokingking merupakan tempat peristirahatan Pangeran Sido Ing Kenayan dan Ratu Sinuhun, tokoh penting penyusun Undang-Undang Simbur Cahaya.
13. Kompleks Pemakaman Kambang Koci
Terletak di kawasan Boom Baru, kompleks makam ini merupakan makam ulama Kesultanan Palembang dan memiliki nilai sejarah tinggi terkait Sungai Musi.
14. Bayt Al Quran Al-Akbar
Museum Al-Qur’an raksasa ini berada di Pondok Pesantren Al Ihsaniyah Gandus. Diakui MURI sebagai Al-Qur’an terbesar dan terberat di dunia.
15. Kantor Wali Kota Palembang (Water Toren)
Bangunan peninggalan Belanda ini awalnya merupakan menara air kolonial. Kini, lantai bawahnya difungsikan sebagai Office Museum sejarah Palembang.
16. Gedung Kesenian Palembang (Balai Pertemuan Sekanak)
Dibangun pada 1951, gedung berarsitektur art deco ini kini resmi difungsikan sebagai Gedung Kesenian Palembang setelah melalui proses panjang penyelamatan cagar budaya.

