RELUNG.ID — Musim haji 2025 menyisakan duka bagi keluarga 21 jemaah haji Debarkasi Palembang yang wafat selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Kementerian Agama Sumatera Selatan memastikan seluruh jemaah yang meninggal dunia akan menerima hak asuransi sesuai ketentuan yang berlaku.
Kakanwil Kemenag Sumsel H. Syafitri Irwan mengatakan, dari 8.115 jemaah haji yang diberangkatkan melalui Embarkasi Palembang, sebanyak 21 orang dilaporkan wafat. Rinciannya, lima orang berasal dari Bangka Belitung, empat dari OKU Timur, tiga dari Palembang, dua dari OKU, dua dari Banyuasin, dua dari OKI, dan masing-masing satu dari Lahat, Pagaralam, serta Ogan Ilir.
“Sebanyak 19 jemaah meninggal karena sakit, satu karena kecelakaan lalu lintas, dan satu wafat di pesawat saat perjalanan pulang ke Tanah Air,” ujar Syafitri di Bandara SMB II Palembang, Jumat malam (27/6/2025).
Ia menambahkan, pemerintah akan memberikan asuransi kepada seluruh jemaah yang wafat. “Untuk yang meninggal karena sakit, santunan asuransi akan setara dengan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih). Jika meninggal karena kecelakaan, maka nilai asuransi dua kali Bipih. Sementara satu jemaah yang wafat di pesawat akan mendapatkan asuransi tambahan atau extra cover dari Saudi Arabia Airlines sebesar Rp130 juta,” terangnya.
Data PPIH juga mencatat, enam jemaah Debarkasi Palembang masih menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi karena kondisi kesehatan yang belum memungkinkan untuk dipulangkan. Pihak Kemenag bersama tim medis masih terus memantau perkembangan mereka.
Syafitri menegaskan pentingnya peningkatan edukasi kesehatan dan pembekalan fisik bagi calon jemaah haji di masa mendatang. “Kami terus evaluasi. Salah satu fokus kami ke depan adalah memperketat skrining kesehatan awal dan penguatan pendampingan medis selama di Tanah Suci agar risiko fatal bisa ditekan,” tutupnya.
Hingga kini, sebanyak 4.781 jemaah telah kembali ke Tanah Air, dan Kloter 22 sebagai rombongan terakhir dijadwalkan tiba di Palembang pada 10 Juli mendatang. (DSK)

