RELUNG.ID – Gempa berkekuatan M7,8 melanda Turki Selatan dan Suriah Utara, Senin pagi (6/2).
Akibat gempa tersebut, 234 warga dilaporkan tewas oleh pihak berwenang dan ratusan lainnya luka-luka. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat.
Gempa bumi ini terjadi saat menjelang fajar. Dimana, warga di kedua Negara tersebut terbangun dan bergegas keluar dari rumah mereka saat musim dingin, hujan dan bersalju. Beberapa bangunan telah rata dengan tanah akibat gempa. Namun, gempa susulan kembali berlanjut.
Baca Juga: 49 Tersangka Narkoba di Sumsel Diringkus
Seorang warga di Turki yang selamat sempat mendengar beberapa jeritan korban yang tertimpa bangunan. Mereka meminta tolong karena tidak punya kekuatan lagi.
“Tim penyelamat berhasil membawa orang-orang yang selamat ini dengan tandu keluar dari tumpukan lantai beton yang dulunya merupakan gedung apartemen,” katanya warga tersebut.
Disisi lain di Perbatasan Suriah, gempa menghancurkan wilayah yang dikuasai oposisi yang dipenuhi sekitar 4 juta orang yang mengungsi dari bagian lain Suriah akibat perang saudara di negara itu.
Banyak dari mereka hidup dalam kondisi jompo dengan sedikit perawatan kesehatan, dengan pasukan Suriah yang didukung Rusia mengepung daerah itu dan terkadang melakukan serangan udara. Petugas penyelamat mengatakan rumah sakit di daerah itu penuh sesak.
“Kami khawatir kematian mencapai ratusan,” kata Muheeb Qaddour, seorang dokter.
Baca Juga: Tujuh Saksi Diperiksa Terkait Kasus Jari Bayi Putus Tergunting di RS Muhammadiyah Palembang
Sementara itu, pihak berwenang Turki menyebutkan setidaknya 20 gempa susulan berkekuatan M 6,6 terjadi beberapa jam hingga siang hari.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Twitternya mengatakan saat ini pihaknya telah mengirimkan tim pencarian dan penyelamatan ke daerah yang dilanda gempa. “Kami berharap dapat melewati bencana ini bersama-sama secepat mungkin dan dengan kerusakan yang paling sedikit,” tulisnya.

