RELUNG.ID — Tiga daerah di Sumatera Selatan, yaitu Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Muara Enim, dan Musi Rawas (Mura), telah naik status menjadi siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Dengan tambahan ini, total terdapat 10 Pemda yang telah menetapkan status siaga.
Ketujuh Pemda yang sebelumnya telah mengeluarkan SK siaga darurat Karhutla adalah Pemprov Sumsel, Pemkab Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), Ogan Komering Ulu (OKU), dan OKU Selatan.
“Total sudah 10 Pemda menetapkan status siaga Karhutla. Kesiapsiagaan ini untuk penanganan dini Karhutla di Sumsel yang telah memasuki musim kemarau,” ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, Senin (29/7/2024).
Ia menyebutkan, masih ada tiga daerah lagi yang sedang dalam proses penyelesaian untuk menaikkan status siaga, yaitu Pemkab Musi Rawas Utara (Muratara), Lahat, dan OKU Timur.
“Muratara, Lahat, dan OKU Timur masih proses di biro hukum Pemda masing-masing,” tambahnya.
Menurut Sudirman, 12 kabupaten tersebut merupakan wilayah yang rawan dan berpotensi mengalami Karhutla. Beberapa lahan di Sumsel saat ini sudah terbakar. Di PALI, Karhutla telah terjadi selama sepekan terakhir di dua wilayah, yakni Kecamatan Penukal Utara dan Abab.
“Di Penukal Utara masih berasap, sementara di Abab sudah padam,” katanya.
Beberapa wilayah lain yang juga mengalami Karhutla pada Juli ini termasuk Mura, Muara Enim, Muba, Banyuasin, OI, Lahat, dan Empat Lawang.
Sepanjang Januari hingga Juni, luas lahan yang terbakar di Sumsel mencapai 313,5 hektare, dengan dominasi lahan mineral seluas 202,9 hektare dan lahan gambut seluas 110,6 hektare.[AYK]

