RELUNG.ID – Tiga daerah di Sumatera Selatan telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Ketiga daerah tersebut adalah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), dan Banyuasin, yang dikenal sebagai daerah rawan penyumbang bencana asap setiap tahunnya.
“Sudah 3 daerah yang menetapkan status siaga darurat Karhutla. OKI, Muba, dan Banyuasin sudah menetapkan siaga Karhutla pada Mei kemarin,” ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, Selasa (11/6/2024).
Menurut Sudirman, ketiga daerah tersebut selalu menjadi kontributor utama Karhutla ketika bencana tahunan itu terjadi. Wilayah tersebut memiliki lahan gambut yang cukup luas, terutama OKI. Selain OKI, lahan gambut juga terdapat di Ogan Ilir (OI).
“Ogan Ilir masih berproses. Termasuk daerah lain dan SK Siaga Darurat di Provinsi Sumsel masih berproses di Biro Hukum Setda Sumsel,” katanya.
Proses pemrosesan SK tersebut dilakukan karena tiga wilayah sudah menetapkan status siaga darurat.
“Jika dua daerah sudah bersiaga, maka Pemprov sudah bisa menetapkan status siaga darurat. Minggu-minggu ini mungkin sudah keluar SK-nya. Setelah ini akan dilakukan Rakor bersama seluruh daerah dan apel siaga bersama Forkopimda dan pihak terkait lainnya untuk memitigasi bencana Karhutla,” jelas Sudirman.
BMKG memprediksi bahwa musim kemarau tahun ini akan terjadi pada Juli-Agustus, meski hanya berlangsung selama dua bulan.
“BMKG menyebut puncak kemarau hanya Juli-Agustus, hanya dua bulan. Berbeda dengan tahun lalu, kesiapsiagaan kita sudah dilakukan sejak Maret 2023,” jelasnya.
Kondisi cuaca di Sumsel pada tahun ini berbeda dengan 2023, dengan waktu hujan yang cukup panjang sehingga beberapa daerah mengalami banjir, seperti OKU, OKU Selatan, dan Muara Enim. Sementara itu, Muba, OKI, dan Banyuasin sudah memasuki musim pancaroba.
“OKU, OKU Selatan, Muara Enim kemarin kebanjiran. Sementara di Muba, OKI, Banyuasin dan lainnya sudah pancaroba. Makanya 3 daerah yang tidak terdampak banjir sudah bertahap menyiapkan status siaga Karhutla,” tambahnya.
Pada tahun lalu, ada 12 daerah yang rawan Karhutla. Tahun ini, pihaknya belum bisa memprediksi secara pasti, namun daerah rawan yang dipastikan akan mengalami Karhutla termasuk OKI, OI, Muba, Banyuasin, dan lainnya.
“Kita juga akan antisipasi kebakaran di TPA agar tak terjadi seperti tahun lalu,” katanya.
Untuk memitigasi Karhutla, pihaknya juga akan meninjau sejumlah perusahaan perkebunan yang rawan Karhutla. Peralatan dan perlengkapan akan dicek agar Karhutla di wilayah konsesi milik perusahaan bisa teratasi dengan baik. [RG]

