RELUNG.ID – Honda BR-V Gen 1 atau generasi pertama rilis pada tahun 2015 kerap dikeluhkan oleh pemiliknya. Hal itu karena adanya kelemahan yang ada di mobil ini.
Dilansir dari autofun ada 3 kelemahan dari Honda BR-V Gen 1. Simak dibawah ini :
1- Interior dan peredam kabin
Busa jok tidak nyaman membuat pemilik menggantinya sendiri dengan busa baru. Bahkan bahan interior terkesan murahan dari mobil-mobil merek lain.
Selain itu kualitas peredam kabin yang buruk membuat suara bising dari roda dan mesin sangat terdengar. Padahal saat melaju pada kecepatan sedang. Selain itu di kabin tidak ada penerangan.
Baca Juga: 5 Keunggulan Neo Baleno Sedan Jepang, Harga Terjangkau Rp60 Jutaan
2- Fitur kentang
Fitur tanggung alias kentang membuat pemilik terpaksa harus upgrade untuk mendapatkan kenyamanan.
Bisa dilihat pada sisi kanan pengemudi terdapat ruang kosong yang semestinya berisi tombol, salah satunya tombol bulat yang semestinya untuk start-stop engine. Sunat fitur lainnya yaitu pada speaker hanya ada 4 titik, lampu depan masih projector halogen dan rem halogen.
Padahal kalau misalnya memakai sistem pencahayaan LED projector atau xenon, bisa mobil membuat tampilan mobil tampak lebih futuristik dan lebih premium. Kualitas pencahayaan juga lebih terang ketimbang bohlam halogen biasa.
Baca Juga: Tak Usah ke Bengkel! Ini 3 Trik Hilangkan Baret Cat Mobil
3- Identik dengan Mobilio
Bila kita membaca spesifikasi yang terdapat pada Honda BR-V generasi pertama, maka hampir identik dengan Mobilio. Termasuk pada mesin maupun transmisi yang digunakan pada low SUV ini. Padahal secara penampilan, BR-V bukanlah seperti Mobilio yang ditambah cladding dan body kit agar menjadi SUV.
Honda BR-V generasi pertama ditanam mesin berkode L15Z1 4-silinder SOHC berkapasitas 1.496 cc dengan terknologi i-VTEC. Mesin tersebut mampu memuntahkan tenaga sebesar 120 PS (118,5 dk) pada 6.600 rpm dan torsi sebesar 145 Nm di 4.600 rpm. Tenaganya lebih besar 2 dk ketimbang Mobilio.

