RELUNG.ID — PT PLN UID Sumsel, Jambi, dan Bengkulu (S2JB) mengonfirmasi bahwa saat ini sebanyak 3,4 juta pelanggan yang terdampak gangguan pemadaman listrik telah kembali mendapatkan aliran listrik secara normal.
“Dari 4,3 juta pengguna yang terdampak, sudah 3,4 juta atau lebih dari 80 persen yang telah kembali normal di wilayah Sumsel, Jambi, dan Bengkulu,” ujar Manajer Komunikasi dan TJSL PLN S2JB, Iwan Arissetyadhi.
Menurut Iwan, proses pemulihan masih berlangsung. Di Sumsel, sekitar 74 persen wilayah sudah kembali mendapatkan listrik, Bengkulu sekitar 80 persen, Jambi baru sebagian, Lampung sekitar 60 persen, dan Bangka Belitung (Babel) sudah normal.
“Dari keseluruhan wilayah S2JB, tinggal sekitar 1 juta pelanggan yang masih belum normal,” ungkapnya.
Iwan menegaskan bahwa timnya masih mencari penyebab pasti gangguan transmisi SUTT 275 kV Linggau-Lahat yang menyebabkan pemadaman di Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu.
“Kita masih belum bisa memastikan apa penyebab utama gangguan transmisi tersebut. Petugas kita saat ini masih berusaha dengan optimal mendalami untuk menelusuri penyebab pastinya. Tapi saat ini, kami fokus pada pemulihan kembali 100 persen,” jelasnya.
Gangguan yang berdampak merata di seluruh wilayah Pulau Sumatera juga diakui Iwan sebagai akibat dari gangguan transmisi yang sama.
“Karena PLN saat ini sudah terinterkoneksi, gangguan itu juga berimbas pada provinsi lain di Sumatera dari Lampung hingga Aceh. Namun, sudah ada yang kembali normal seperti Babel dan Aceh,” tambahnya.
Iwan juga menyebut bahwa adanya daya yang naik turun yang dialami pelanggan selama proses pemulihan adalah hal yang wajar karena masih dalam proses penstabilan.
“Jadi kami sedang mengupayakan agar stabil. Kalau secara sistem yang tadinya sudah normal mati, jadi kembali ke awal lagi. Jadi ibarat timbangan suplai dan permintaan harus imbang. Itu yang masih dalam proses penormalan,” pungkasnya. [RG]

