Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»39 Ribu Siswa Tak Lagi Terima MBG, BGN Fokuskan Anggaran ke Daerah 3T
Indeks

39 Ribu Siswa Tak Lagi Terima MBG, BGN Fokuskan Anggaran ke Daerah 3T

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda19/06/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi Dapur MBG Polres OKI. (Fauzi/Relung)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) mulai melakukan penataan ulang sasaran penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengutamakan kelompok yang dinilai paling membutuhkan intervensi gizi dari pemerintah.

Dalam tahap awal evaluasi, BGN telah mengidentifikasi 76 sekolah di Pulau Jawa dengan total 39.352 siswa yang tidak lagi menjadi prioritas penerima manfaat karena dianggap mampu memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri.

Wakil Kepala BGN sekaligus Juru Bicara BGN, Agustina Arumsari, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan efektivitas dan ketepatan sasaran program unggulan pemerintah di bidang pemenuhan gizi.

“Sampai hari ini kami telah mengidentifikasi 76 sekolah di Pulau Jawa dengan total 39.352 siswa. Anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk mereka akan difokuskan kepada kelompok yang lebih membutuhkan intervensi gizi,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Menurut Agustina, evaluasi dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, mulai dari kondisi sosial ekonomi keluarga, tingkat kerentanan gizi, hingga kemampuan siswa dalam memperoleh asupan makanan bergizi tanpa bantuan pemerintah.

BGN menilai bantuan negara harus diprioritaskan kepada kelompok rentan yang memiliki keterbatasan akses terhadap pemenuhan gizi, terutama masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Selain anak sekolah di daerah rentan, pengalihan anggaran juga akan menyasar ibu hamil, ibu menyusui, serta balita yang dinilai membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan kebutuhan gizi.

“Nantinya anggaran akan dialihkan ke sekolah lain yang lebih membutuhkan, termasuk daerah 3T, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” jelasnya.

BGN memastikan proses pendataan dan verifikasi masih terus berlangsung. Karena itu, jumlah sekolah maupun siswa yang akan dikeluarkan dari daftar penerima manfaat masih berpotensi bertambah seiring pembaruan data di lapangan.

Agustina menegaskan, refocusing dilakukan bukan untuk mengurangi manfaat program, melainkan memastikan bantuan negara benar-benar diterima oleh kelompok yang membutuhkan.

Menurutnya, siswa yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi lebih baik dan mampu memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri tidak lagi menjadi prioritas dalam program tersebut.

“Kami ingin memastikan program ini tepat sasaran sehingga intervensi gizi dari pemerintah benar-benar dirasakan oleh anak-anak yang membutuhkan,” katanya.[THQ]

BGN MBG
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBMKG Prediksi Puncak Kemarau di Sumsel Mundur ke September 
Next Article Rimuru Tempest Season 4 Masuki Bagian Kedua, Ungkap Cerita Baru
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20264 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,867 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,742 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,715 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?