RELUNG.ID — Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Dinkes Sumsel) mencatat hingga Mei 2024 terdapat 409 kasus infeksi baru HIV/AIDS yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di provinsi tersebut.
Dari jumlah tersebut, Kota Palembang mendominasi dengan total 221 kasus, terdiri dari 172 kasus HIV dan 49 kasus AIDS.
Menurut Irma, Pengelola Program HIV Dinkes Sumsel, sepanjang tahun 2024 hingga Mei, tercatat 295 kasus baru HIV dan 114 kasus baru AIDS di provinsi tersebut.
“Kota Palembang memiliki jumlah tertinggi dengan 172 kasus HIV dan 49 kasus AIDS,” jelas Irma pada Ahad (21/7/2024).
Kasus infeksi baru HIV lainnya tersebar di berbagai daerah, yaitu Kabupaten Banyuasin (17 kasus), Kota Prabumulih (16 kasus), Kabupaten Musi Banyuasin (15 kasus), Kota Lubuklinggau (14 kasus), Kabupaten OKI (10 kasus), Kabupaten OKUT (10 kasus), Kabupaten Muara Enim (9 kasus), Kabupaten Ogan Ilir (7 kasus), Kabupaten OKU (7 kasus), Kabupaten Musi Rawas (5 kasus), Kabupaten OKUS (2 kasus), serta masing-masing 1 kasus di Kabupaten Empat Lawang, Pagaralam, dan PALI. Kabupaten Musi Rawas Utara tidak melaporkan adanya infeksi baru.
Infeksi baru AIDS juga tercatat di hampir seluruh kabupaten/kota di Sumsel, kecuali Kabupaten Ogan Ilir. Rinciannya meliputi Kabupaten OKUT (13 kasus), Kota Lubuklinggau (12 kasus), Kabupaten Muara Enim (9 kasus), Kabupaten OKI (5 kasus), Kabupaten OKU (4 kasus), serta masing-masing 3 kasus di Kabupaten Empat Lawang, Kota Prabumulih, Kabupaten Lahat, Kabupaten Musi Banyuasin, dan Kabupaten OKUS. Kabupaten Banyuasin dan Kota Pagaralam masing-masing melaporkan 2 kasus, sementara Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Muratara, dan Kabupaten PALI masing-masing melaporkan 1 kasus.
“Kami terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS, melakukan deteksi dini pada individu berisiko, serta pengobatan bagi pasien yang telah terinfeksi. Kerjasama lintas program dan sektor serta pemantauan pengobatan juga kami lakukan,” kata Irma.
Pada tahun 2023, Dinkes Sumsel mendata 689 kasus HIV/AIDS dari Januari hingga Oktober. Angka ini meningkat dibandingkan 639 kasus pada tahun 2022 dan 321 kasus pada tahun 2021.
Kepala Dinkes Sumsel, Trisnawarman, menjelaskan bahwa penularan HIV sering kali disebabkan oleh pergaulan bebas, perilaku seksual yang menyimpang, serta sering berganti pasangan.
“Rata-rata karena pola hidup yang tidak sehat sehingga tertular, terutama berganti pasangan. Namun, orang dengan imunitas rendah juga rentan tertular,” ujarnya.
Untuk mencegah penularan HIV, masyarakat disarankan untuk menerapkan perilaku yang aman serta rutin memeriksakan kesehatan.
“Penggunaan pengaman juga penting untuk mencegah penularan,” tambahnya.
Dinkes Sumsel aktif mengedukasi masyarakat, terutama kelompok usia muda, tentang pentingnya pencegahan HIV/AIDS. Edukasi ini mencakup cara penularan HIV/AIDS melalui hubungan seksual dan jarum suntik yang tercemar.
“Jika mereka memahami penyebab dan cara penularan HIV/AIDS, diharapkan mereka akan menjalani perilaku yang aman, seperti tidak melakukan seks bebas dan tidak menggunakan jarum suntik yang tercemar,” jelas Trisnawarman, menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). [AYK]

