Sebanyak 450 ribu pemilih di Sumsel dihapus. Hal ini diketahui berdasarkan penetapan jumlah Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) per September 2022.
Berdasarkan data, DPB di Sumsel pada Pemilu 2019 yakni sebanyak 5.855.515 pemilih. Sedangkan, DPB per September 2022 yakni sebanyak 5.396.684 pemilih.
Demikian diakui Ketua KPU Sumsel, Amrah Muslimin, Selasa (11/10).
Dia mengatakan hilang atau penyusutan pemilih di Sumsel ini dikarenakan adanya pembersihan oleh KPU Kabupaten/Kota se Sumsel. Hal ini dalam rangka pemuktahiran data pemilih, seperti membersihkan ratusan ribu pemilih ganda, anomali NIK, dan NKK ganda.
“Jadi mereka yang kita keluarkan dari data pemilih,” katanya.
Dengan adanya pembersihan data pemilih yang tidak valid ini, tentunya berimbas pada jumlah data pemilih yang terdaftar saat ini. Menurutnya dengan hasil penyisiran data ini nantinya dilanjutkan tahapan pemuktahiran data pemilih setelah penyerahan DP4 (Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu) dengan disinkronkan DPB.
“Daftar pemilih terus diperbaiki melalui DPB kemudian disandingkan atau digabung DP4, apabila ini banyak masalah akan semakin menumpuk permasalahan. Jadi syaratnya rumah DPT ini harus bersih pemilihnya, ketika disandingkan dengan rumahnya DP4 harus klop yang sama, nanti ketemu yang enggak sama yang belum terdaftar di DPT dari DP4 ini dia langsung masuk tidak lagi jadi ganda,” ujarnya.
Dengan penyisiran data pemilih yang ada, nantinya diharapkan saat pemilihan baik Pileg, Pilpres dan Pilkada 2024, masalah soal Daftar Pemilih Tetap (DPT) sudah clear. Dia mengaku, selama ini Sumsel masuk dalam lima besar bermasalah terkait DPT, baik tahun 2013 maupun tahun 2018. Hal ini tentunya menjadi sorotan.
“Karena itu, perlahan kami lakukan penyisiran dari awal tahun lalu. Pemilih potensial ini mulai usia 17 tahun, meninggal sudah dicoret oleh data termasuk mantan anggota TNI Polri juga nanti ketemu dengan sistem Sidalih,” katanya
Menurut Amrah, meski ada penyusutan ia memprediksi pemilih di Sumsel, tidak akan jauh seperti Pemilu 2019 lalu dengan kisaran pemilih sekitar 5,8 juta. “Kalau perkiraan sekitar 5,8 juta tidak nyampe 6 jutaan pemilih,” pungkasnya.
