Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/2026

Gubernur Herman Deru Sambut Kapolda Sumsel Baru, Rony Samtana Minta Dukungan Masyarakat

11/10/2026

Gubernur Herman Deru Ingatkan Ancaman Karhutla, Perusahaan Pemegang Konsesi Diminta Bertanggung Jawab

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»5 Cara Ajarkan Anak Biar Tidak Dibully
Lifestyle

5 Cara Ajarkan Anak Biar Tidak Dibully

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda22/09/2023
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Kalian orang tua harus peka terhadap anak khususnya yang sudah sekolah. Karena disana aksi bullying kerap terjadi dan anak kalian bisa saja menjadi korban.

Dilansir klikdokter ini ada 5 cara ajarkan anak biar tidak menjadi korban di sekolah. Simak dibawah ini :

1. Ajarkan Anak tentang Batasan Diri

Agar anak tidak menjadi korban kekerasan fisik maupun seksual, Gracia Ivonika, M.Psi., Psikolog mengatakan orangtua perlu mengajarkan batasan diri yang sehat.

“Mengajarkan batasan membuat anak memahami norma dan nilai yang berlaku dan juga menjaga diri. Selain itu, mengajarkan batasan diri juga berhubungan dengan konsep respect atau menghargai diri ataupun orang lain,” ucap Gracia.

Baca Juga: Catat! Ini Cara Efektif Mencegah Flu Singapura Serang Anak

Menurut Gracia, cara mudah untuk menjelaskan batasan diri adalah menjelaskan secara sederhana dengan kata-kata yang mudah dimengerti.

Misalnya, jelaskan kepada anak “Jika ada orang yang tidak kamu kenal mengajak pergi, kamu harus bisa menolak dan cari tempat yang aman, misalnya kalau di sekolah masuk ke ruang guru atau ruang keamanan.”

Orangtua juga perlu mengajari batasan tentang bagian tubuh mana saja yang tidak boleh disentuh orang lain. Misalnya, katakan kepada anak, “Bagian tubuh yang tertutup oleh pakaian dalam hanya boleh kamu yang sentuh. Tidak boleh orang lain menyentuhnya.”

2. Ajarkan Anak tentang Persetujuan

Papa dan mama juga perlu mengajarkan anak tentang persetujuan. Jelaskan dengan sederhana bahwa persetujuan berjalan dua arah. Gunakan contoh-contoh di rumah agar anak mengerti konsep persetujuan.

Misalnya, saat anak makan camilan favoritnya, mama bisa mencoba meminta makanannya dengan bertanya, “Boleh tidak minta makanannya?” Jika anak mengatakan tidak, ortu perlu menghargai keputusan anak agar ia paham konsep persetujuan.

Baca Juga: Catat! 8 Dampak Orang Tua Kasar kepada Anak

Biarkan anak paham bahwa ketika seseorang mengatakan tidak, maka ia harus bisa menghormatinya. Dengan cara yang sama, ketika anak mengatakan “tidak” kepada orang lain, maka orang lain juga harus menghormatinya.

3. Role Play

Salah satu cara terbaik untuk mengajari anak keterampilan baru adalah memainkan role play atau skenario. Beri contoh konkret yang dapat mudah dipahami anak.

Beritahu juga kapan anak diizinkan untuk mengatakan tidak tanpa penjelasan dan kapan ia memerlukan percakapan lanjutan. Beri anak contoh dan biarkan ia membuatnya sendiri.

“Bisa juga lewat video atau film yang kemudian perlu didiskusikan bersama orangtua. Lalu, mulailah menerapkan batasan juga di dalam rumah, misalnya antara orangtua dan anak, berikan contoh yang baik kepada anak,” papar Gracia.

4. Ajari Anak Mengikuti Intuisi

Biarkan anak berani mengatakan tidak kepada seseorang, aktivitas, atau situasi yang membuatnya tidak nyaman. Semakin ia diizinkan untuk mengikuti nalurinya, semakin besar kemungkinan ia akan memahami batasan diri dan melindungi diri.

Namun, membiarkan anak mengatakan “tidak” bukan berarti memberi kebebasan dalam melakukan apa pun yang ia mau. Ini hanya tentang mengajari anak untuk menghormati serta melindungi diri dan mungkin orang lain juga.

5. Barengi dengan Tindakan Protektif Lainnya

Selain mengajarkan anak bilang tidak, orangtua juga perlu mengajarkan tindakan protektif lainnya seperti menendang, berteriak, dan minta tolong kepada orang lain saat ada orang yang mengancam keamanannya.

Anak-anak perlu tahu, tubuh mereka tidak boleh disentuh sembarangan. Berani bilang tidak dapat menjadi salah satu cara anak menyelamatkan diri.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMirip Honda CRV, Yuk Intip Fitur dan Desain Terbaru SUV Toyota RAV4 2024
Next Article Jelang Rilis, Samsung Galaxy A05s Muncul di Google Play Console
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20265 Views
Lifestyle

Ji Chang Wook Ungkap Tantangan Perankan Playboy di Drama Korea Terbaru The Scandal

09/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,924 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,796 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,769 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?