Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»683 Lahan Berpotensi Karhutla, BPBD OKI Upayakan Langkah Pencegahan
Indeks

683 Lahan Berpotensi Karhutla, BPBD OKI Upayakan Langkah Pencegahan

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda01/07/2024
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi pada tahun 2023 lalu menyebabkan ratusan hektar lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, terbakar.

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI, sekitar 683 ribu hektar lahan di kabupaten tersebut berpotensi mengalami karhutla.

Kepala BPBD OKI, Lestiadi Martin, mengungkapkan bahwa sepanjang penanggulangan tahun lalu, BPBD mendeteksi lebih dari 1.500 titik panas (hotspot) dan ratusan titik api (firespot).

Faktor-faktor yang menghambat penanggulangan karhutla, seperti bentang alam yang luas, ketersediaan air yang terbatas, dan sulitnya akses menuju titik api, menyebabkan kebakaran menyebar cepat dan luas.

“Hambatannya seperti bentang alam, ketersediaan air, dan akses menuju titik api,” kata Lestiadi saat diwawancarai, Senin (1/7).

Menurut Lestiadi, cakupan luas hutan dan lahan di OKI serta banyaknya lahan yang mudah terbakar menjadi tantangan besar dalam penanggulangan karhutla. Kekeringan panjang tahun lalu juga memperparah situasi dengan terbatasnya ketersediaan air.

Selain memadamkan api, tim BPBD juga menghadapi medan yang berat. “Akses jalan menuju hotspot dan firespot cukup sulit. Mobil damkar susah masuk ke spot-spot yang dituju,” ungkapnya.

Untuk mencegah karhutla, BPBD OKI telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan perusahaan di wilayah tersebut. BPBD juga membangun kerjasama kolaboratif dengan berbagai pihak, termasuk Polri, TNI, dan Kejari, untuk menindak tegas perusahaan yang menyebabkan karhutla.

“Satgas Karhutla itu ada bidang Gakkum, artinya BPBD berkoordinasi dengan pihak berwajib seperti Polri, TNI, dan Kejari untuk menindak tegas perusahaan yang menyebabkan karhutla,” tegasnya.

Lestiadi menambahkan bahwa karhutla tahun lalu menyebabkan kerusakan alam yang signifikan dan berdampak pada makhluk hidup lainnya. BPBD OKI telah merekomendasikan beberapa wilayah yang harus segera diperbaiki atau dipulihkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Berkaca dari karhutla di tahun 2023, BPBD OKI terus melakukan pemetaan dan rapat koordinasi dengan pihak terkait guna pencegahan dan penanggulangan karhutla di tahun ini,” jelas Lestiadi.

Dalam waktu dekat, BPBD OKI akan ikut serta dalam apel kesiapsiagaan personil dan alat untuk pencegahan dan penanggulangan karhutla 2024.

“Kami berharap sinergitas yang telah terjalin menjadi semakin baik lagi dan akan meningkatkan kinerja dalam penanggulangan dan pencegahan karhutla di OKI,” pungkasnya.[AYK]

BPBD Karhutla OKI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKapolda Sumsel: Lemahnya Pengawasan Pemda Sebabkan Ledakan Sumur Ilegal di Muba
Next Article Sumsel Alami Deflasi 0,03 Persen pada Juni 2024, Lebih Rendah dari Tingkat Nasional
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,881 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,753 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,728 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?