RELUNG.ID – Hari Perempuan Internasional diperingati pada Jumat besok 8 Maret 2023
Menjelang peringatan IWD, Komunitas Solidaritas Perempuan (SP) Palembang menyoroti ketidakadilan gender.
Mereka pun berencana akan melakukan aksi dengan menyuarakan 13 tuntutan.
Ketua Badan Eksekutif Komunitas SP Palembang, Yui Zahana mengatakan, ketidakadilan gender ini tidak lepas dari gerakan patriarki.
Menurutnya, meski hari ini ada ruang untuk mengemukakan pendapat. Namun, masih banyak yang dibiarkan bungkam.
“Sistem ini membuat suara perempuan bungkam,” katanya.
Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumsel mencatat ada 408 kasus kekerasan pada anak dan perempuan di Sumsel selama 2022, dengan jumlah korbannya mencapai 449 orang.
Dari 408 kasus kekerasan di Sumsel, yang paling banyak terjadi di Palembang yakni 59 kasus dengan kasus terbanyak adalah kekerasan seksual.
Disusul Kabupaten Lahat 51 kasus, Ogan Ilir 46 kasus, Musi Rawas 39, Pagaralam 36, Banyuasin 31, Ogan Komering Ilir 31, Ogan Komering Ulu 29.
Kemudian, Muara Enim 24, Empat Lawang 15, Prabumulih 14, PALI 14, Musi Rawas Utara 7, Lubuklinggau 4, Musi Banyuasin 3, Ogan Komering Ulu Selatan 3, dan Ogan Komering Ulu Timur 2.
Sedangkan untuk jumlah korban 449 orang terbanyak dialami oleh anak perempuan dengan jumlah 219 orang, anak laki-laki 73 orang, laki-laki dewasa 3 orang dan perempuan dewasa 154 orang.
Berangkat dari hal tersebut, mereka menilai saat ini perempuan masih mengalami penindasan yang berupa diskriminasi, kekerasan fisik dan psikis. Bahkan, pelabelan atau cap, beban ganda dan marginalisasi.

