Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Hadapi Ancaman El Nino, Kemenhut Semai Awan di Sumsel Selama 12 Hari
Regional

Hadapi Ancaman El Nino, Kemenhut Semai Awan di Sumsel Selama 12 Hari

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda22/07/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Tim BNPB bersama BPBD Sumsel melakukan persiapan melakukan OMC di Sumsel. Foto : Dok. BPBD Sumsel
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) kembali menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai langkah antisipasi menghadapi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau. Operasi ini bertujuan mengoptimalkan potensi awan hujan agar curah hujan meningkat di wilayah-wilayah rawan kebakaran.

Kepala Subdirektorat Pencegahan Kebakaran Hutan Kemenhut, M Hariyanto, mengatakan OMC akan berlangsung selama 12 hari, mulai 19 hingga 30 Juli 2026, dengan pusat operasi di Pangkalan Udara Sri Mulyono Herlambang, Palembang.

“Pelaksanaan OMC akan dilakukan selama 12 hari ke depan terhitung mulai 19-30 Juli 2026 yang berposko di Pangkalan Udara Sri Mulyono Herlambang, Palembang,” kata Hariyanto, Selasa (22/7/2026).

Menurutnya, Sumsel kini berada dalam status kewaspadaan tinggi menghadapi musim kemarau. Kondisi tersebut diperparah oleh fenomena El Niño yang masih aktif dan diperkirakan bertahan dengan intensitas kuat hingga akhir 2026, sehingga meningkatkan potensi kekeringan dan risiko karhutla.

Data Kemenhut menunjukkan jumlah titik panas (hotspot) nasional sepanjang 1 Januari hingga Juli 2026 mencapai 1.412 titik. Angka tersebut meningkat 110,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat 670 titik.

“Pantauan hotspot nasional periode 1 Januari hingga Juli 2026 telah mencapai 1.412 titik, meningkat tajam sebesar 110,75 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang hanya mencatatkan 670 titik,” ujarnya.

Hariyanto menjelaskan, pelaksanaan OMC merupakan bagian dari strategi baru pengendalian karhutla yang lebih mengedepankan upaya pencegahan dibandingkan penanggulangan setelah kebakaran terjadi. Melalui penyemaian awan potensial pada masa transisi hingga awal musim kemarau, pemerintah berharap kelembapan lahan tetap terjaga.

“Melalui upaya tersebut, lahan diharapkan tetap lembap sehingga vegetasi dan bahan bakar alami tidak mudah terbakar, tinggi muka air tanah (TMAT) di lahan gambut dapat dipertahankan di atas ambang kritis, serta waduk, kanal, embung, dan kolam retensi terisi sebagai cadangan air yang dapat dimanfaatkan dalam operasi pemadaman darat apabila terjadi karhutla,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pelaksanaan OMC merupakan hasil kolaborasi lintas instansi, mulai dari BMKG, Lanud Sri Mulyono Herlambang TNI AU, BNPB, BPBD, hingga pemerintah daerah.

Selama operasi berlangsung, tim akan terus memantau efektivitas penyemaian awan untuk memastikan hujan turun di kawasan prioritas, terutama pada zona kubah gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran.

“Selama operasi berlangsung, kita terus mengoptimasi dan memantau dampak untuk memastikan target semai sesuai pada zona-zona kubah gambut yang rawan,” tutup Hariyanto.[THQ]

El Nino Karhutla Kemarau Kemenhut OMC Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKepala BGN Nanik S Deyang Mundur karena Sakit Jantung
Next Article Baru Sebulan Lebih Menjabat, Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,884 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,756 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,730 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?