RELUNG.ID– Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatannya setelah baru menjabat sekitar satu bulan lebih. Keputusan tersebut diambil karena alasan kesehatan, menyusul rencananya menjalani pengobatan jantung ke luar negeri.
Kabar pengunduran diri itu disampaikan langsung oleh Nanik melalui akun Facebook pribadinya pada Rabu (22/7/2026).
Dalam unggahannya, ia mengaku telah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto dan akan berangkat ke luar negeri pada hari yang sama untuk menjalani pengobatan sekaligus mendapatkan second opinion terkait kondisi kesehatannya.
“Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya. Rencananya hari ini, Rabu (22/7), saya berangkat,” tulis Nanik.
Ia menegaskan bahwa keputusannya menjalani pengobatan di luar negeri bukan karena meragukan kemampuan tenaga medis di Indonesia, melainkan atas rekomendasi rekan untuk memperoleh pendapat medis kedua.
“Ini bukan karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju,” lanjutnya.
Nanik mengaku telah menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Prabowo karena merasa tidak dapat melanjutkan tugas sebagai Kepala BGN akibat kondisi kesehatannya.
“Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN demi kesehatan saya. Karena Presiden prihatin dan kasihan dengan saya, Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,” ungkapnya.
Kabar tersebut juga dikonfirmasi Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan. Menurutnya, Presiden telah menerima pengunduran diri Nanik yang memilih fokus menjalani pengobatan.
“Hari ini, 22 Juli 2026, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” ujar Dirgayuza dalam keterangannya.
Hingga saat ini, Presiden Prabowo belum menentukan sosok yang akan mengisi jabatan Kepala BGN.
Nanik S Deyang diketahui baru dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional pada 8 Juni 2026. Ia menggantikan Dadan Hindayana yang diberhentikan setelah terseret kasus dugaan korupsi di lingkungan BGN.
Dengan demikian, masa jabatan Nanik sebagai Kepala BGN hanya berlangsung sekitar satu bulan lebih sebelum akhirnya memutuskan mundur karena alasan kesehatan. Keputusan tersebut sekaligus membuat posisi pimpinan lembaga yang menjadi ujung tombak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mengalami pergantian dalam waktu relatif singkat.[YKP]

