Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus menggencarkan sosialisasi Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). Hal ini guna meningkatkan kualitas asuh anak di Muba.
Ketua Puspaga Kabupaten Muba, Asna Aini Apriyadi mengatakan, Puspaga sendiri merupakan tempat pembelajaran untuk meningkatkan kualitas kehidupan menuju keluarga sejahtera yang dilakukan oleh tenaga profesional seperti tenaga konselor, baik psikolog maupun sarjana profesional bidang psikologi.
“Forum Puspaga ini dibentuk dan diinisiasi oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sejak tahun 2017 lalu,” katanya, Selasa (4/10).
Dia mengatakan forum ini sebagai mitra bagi pemerintah daerah untuk mengatasi beragam persoalan seperti stunting, dan Perlindungan terhadap anak. “Persoalan ini harus mendapatkan perhatian,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Muba, Dewi Kartika mengatakan Puspaga mempunyai peranan yang sangat penting dan perlu di dorong. Keberadaan Puspaga ini mengedukasi masyarakat, bagaimana keluarga menjadi pendidik utama.
Permasalahan anak sebagai kelompok rentan menunjukkan keprihatinan banyak pihak. Di sisi lain, banyaknya permasalahan keluarga yang timbul bagaikan fenomena,” jelas dia.
Permasalahan yang dihadapi oleh anak baru dapat diketahui sebagian kecil dari puluhan ribu permasalahan yang ada, dengan adanya program unggulan dari PPPA Puspaga untuk mengatasi masalah ini.
“Semoga melalui kegiatan ini bisa memberikan banyak manfaat. Untuk selalu melindungi dan mendedikasikan anak-anak sebagai penerus bangsa,” pungkasnya.

