RELUNG.ID – Amerika Serikat kembali menghadapi lonjakan kasus campak yang mengkhawatirkan. Hingga pertengahan 2026, negara tersebut mencatat 2.318 kasus campak terkonfirmasi, menjadikannya wabah terbesar dalam 35 tahun terakhir sekaligus melampaui total kasus sepanjang 2025.
Data terbaru yang dirilis Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) pada Jumat (24/7/2026) menunjukkan penyebaran campak terus meningkat di berbagai wilayah. Jumlah kasus tahun ini bahkan telah melampaui 2.289 kasus yang tercatat sepanjang 2025, yang saat itu mengakibatkan tiga kematian, termasuk dua anak-anak.
Lonjakan tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap penurunan cakupan vaksinasi di Amerika Serikat. Padahal, pada tahun 2000 negara itu sempat dinyatakan berhasil mengeliminasi campak berkat tingginya tingkat imunisasi masyarakat.
Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular melalui saluran pernapasan. Penderita umumnya mengalami demam, batuk, pilek, mata merah, disertai ruam di seluruh tubuh. Pada kasus tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi pneumonia, radang otak (ensefalitis), hingga menyebabkan kecacatan permanen bahkan kematian.
Para pakar kesehatan menilai meningkatnya keraguan masyarakat terhadap vaksin menjadi salah satu faktor utama di balik kembali merebaknya penyakit yang sebelumnya berhasil ditekan tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, tren penolakan vaksin di sejumlah komunitas terus meningkat dan berdampak pada menurunnya kekebalan kelompok.
Situasi ini juga menyeret nama Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat, Robert F. Kennedy Jr. Ia menjadi sorotan karena dinilai sejumlah kalangan turut memperkuat sentimen anti-vaksin yang memicu keraguan masyarakat terhadap keamanan imunisasi.
Terakhir kali Amerika Serikat mengalami wabah campak sebesar ini terjadi pada 1991 dengan total 9.643 kasus. Setelah program vaksin campak dua dosis diterapkan secara luas, jumlah kasus berhasil ditekan secara signifikan hingga penyakit tersebut dinyatakan telah dieliminasi pada 2000.
Sebelum vaksin campak dikembangkan pada awal 1960-an, penyakit ini menjadi salah satu penyebab utama kematian anak di Amerika Serikat dengan ratusan korban jiwa setiap tahun. Meski kini telah tersedia vaksin yang efektif, campak masih menjadi ancaman kesehatan global dan diperkirakan merenggut puluhan ribu nyawa setiap tahun, terutama di negara dengan cakupan imunisasi yang rendah.

