RELUNG.ID – Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) genap berusia 116 tahun. Momentum hari jadi tersebut diperingati melalui Rapat Paripurna XIV Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU bersama DPRD OKU di Gedung Kesenian Baturaja, Rabu (29/7/2026).
Mengusung tema “Serentak Bergerak, Berdampak Nyata Wujudkan Sayangi OKU”, peringatan HUT ke-116 menjadi ajang refleksi atas berbagai capaian pembangunan sekaligus penguatan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Rapat paripurna dihadiri Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Bupati OKU Teddy Meilwansyah, Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru, Ketua TP PKK OKU Hj Zwesti Karenia Teddy, Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud, perwakilan Pangdam II/Sriwijaya, Anggota DPD RI dr Hj Ratu Tenny Leriva, anggota DPRD Sumsel Mirza Gumay, serta sejumlah kepala daerah di Sumatera Selatan. Sidang dipimpin Ketua DPRD OKU H Sahril Elmi.
Dalam sambutannya, Herman Deru mengapresiasi perkembangan yang berhasil dicapai Kabupaten OKU. Menurutnya, daerah berjuluk Bumi Sebimbing Sekundang tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan Sumatera Selatan.
Ia menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan program prioritas di tengah berbagai tantangan, terutama pada sektor infrastruktur, pendidikan, dan pelayanan kepada masyarakat.
“Di tengah keterbatasan saat ini, yang terpenting adalah bagaimana pemerintah tetap mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Program infrastruktur, pemeliharaan, dan pendidikan harus terus berjalan optimal,” ujar Herman Deru.
Sementara itu, Teddy Meilwansyah mengatakan seluruh capaian yang diraih Kabupaten OKU merupakan hasil kerja sama dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, memasuki usia ke-116 tahun, pemerintah daerah tetap memfokuskan berbagai program yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.
Di sektor pendidikan, Pemkab OKU melanjutkan program pemberian seragam dan perlengkapan sekolah gratis serta beasiswa kedokteran bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Sementara di bidang kesehatan, pemerintah terus memperkuat layanan melalui program Universal Health Coverage (UHC), penyediaan ambulans gratis, hingga layanan khitan gratis di seluruh puskesmas bagi masyarakat kurang mampu.
Pada momentum hari jadi tersebut, Pemkab OKU juga meluncurkan inovasi baru dalam pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
“Semua langkah ini merupakan implementasi nyata dari semangat HUT ke-116, yakni Serentak Bergerak, Berdampak Nyata Wujudkan Sayangi OKU,” kata Teddy.
Selain berbagai program unggulan, Kabupaten OKU juga menorehkan sejumlah prestasi sepanjang 2025 hingga 2026. Beberapa di antaranya yakni Desa Lubuk Batang Baru yang meraih Juara I Program Desa Cantik tingkat Sumatera dan peringkat ketujuh nasional dari BPS, penghargaan Appreciation of Collaborator 2025 atas pengembangan Kopi Robusta Ulu Ogan, penghargaan Universal Health Coverage (UHC) 2026, Apresiasi Indeks Daya Saing Daerah dari BRIN, TOP BUMD Award 2026, serta opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk ke-11 kalinya.
Di bidang kebudayaan, Kabupaten OKU juga berhasil meraih Juara I Festival Seni Adat dan Tradisi 2026 kategori tata ruang Rumah Anjungan OKU.
Berbagai penghargaan tersebut menjadi indikator keberhasilan pembangunan sekaligus motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat daya saing daerah, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten OKU. (MZN)

