Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/2026

Heboh! Nama Prajurit Ini Bikin Komandan Gemetar

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»RS Pusri Putus Kerja Sama dengan Dokter yang Viral Usai Komentar Soal Pasien BPJS
Regional

RS Pusri Putus Kerja Sama dengan Dokter yang Viral Usai Komentar Soal Pasien BPJS

RiyadiBy Riyadi07/08/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Pernyataan Resmi RS Pusri yang memecat dokter Tamara lantaran menghina pasien BPJS. (Tangkapan Layar Instagram)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID– Rumah Sakit Pusri Palembang mengambil langkah tegas terhadap dokter yang menjadi sorotan publik usai mengunggah komentar bernada merendahkan pasien BPJS di media sosial.

Manajemen memutuskan mengakhiri kerja sama dengan dokter tersebut sebagai bentuk penegakan etika profesi dan komitmen menjaga kepercayaan masyarakat.

Keputusan itu mulai berlaku pada 6 Agustus 2026. Dokter bernama dr. Tamara Dewi Jasmine resmi tidak lagi berstatus sebagai dokter mitra RS Pusri, meski baru bergabung dengan rumah sakit tersebut sejak Mei 2026.

Baca juga :   591 Tersangka 3C Hingga Preman Ditangkap Selama Delapan Hari Operasi Sikat Musi

Humas RS Pusri Palembang, Diah Dwi Anugrah, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah manajemen melakukan evaluasi terhadap unggahan di media sosial yang dinilai tidak mencerminkan profesionalisme seorang tenaga kesehatan.

“RS Pusri telah memutuskan mengakhiri kerja sama dengan dokter tersebut sebagai dokter mitra RS Pusri,” kata Diah, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, langkah itu merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam menegakkan disiplin internal, etika profesi, serta tata kelola organisasi yang baik. Seluruh tenaga kesehatan, kata dia, wajib menjunjung tinggi nilai profesionalisme, menghormati setiap pasien tanpa membedakan latar belakang, dan menjaga kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan.

Baca juga :   Komisi V DPRD Sumsel Tegaskan: PPDB Online Bebas Kecurangan, Jalur Langit Ditolak!

“Keputusan ini merupakan bentuk komitmen RS Pusri dalam menegakkan profesionalisme, tata kelola yang baik, serta memastikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berkeadilan bagi seluruh pasien,” ujarnya.

Kasus tersebut mencuat setelah akun media sosial yang diduga milik dr. Tamara mengunggah komentar terkait kasus Yurizal Tri Chaerawan, pasien peserta BPJS Kesehatan yang sebelumnya menjadi perhatian publik setelah dikabarkan menunggu kamar perawatan sekitar delapan jam sebelum akhirnya meninggal dunia.

Dalam unggahan yang kemudian viral di media sosial, dokter tersebut menyarankan masyarakat menggunakan asuransi kesehatan swasta serta melontarkan pernyataan yang dinilai tidak menunjukkan empati terhadap pasien. Unggahan itu memicu gelombang kritik dari masyarakat dan menjadi perbincangan luas mengenai etika tenaga kesehatan dalam menggunakan media sosial.

Baca juga :   Imbas Komentar Dokter Tamara ke Pasien BPJS, Rating RS Pusri Anjlok

Merespons polemik tersebut, RS Pusri menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan dan kritik dari masyarakat. Manajemen memastikan evaluasi terhadap kedisiplinan, profesionalisme, dan etika seluruh tenaga kesehatan akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan.

Rumah sakit menegaskan pelayanan kesehatan harus selalu mengedepankan keselamatan pasien, nilai kemanusiaan, serta standar etik profesi. Karena itu, setiap tenaga medis yang bertugas di RS Pusri diharapkan menjaga sikap, baik dalam memberikan pelayanan maupun saat menyampaikan pendapat di ruang publik.

Melalui langkah tersebut, RS Pusri berharap kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit tetap terjaga sekaligus menjadi pengingat pentingnya etika profesi di era digital.[YKP]

Dokter Tamara Putus Kontrak RS Pusri
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSeminggu Tak Pulang, Suami di Palembang Temukan Istri di Kosan Bersama Pria
Next Article Karhutla di Gelumbang Muara Enim Picu Pemadaman Listrik
Riyadi

Related Posts

Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20263 Views
Regional

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/20266 Views
Regional

Heboh! Nama Prajurit Ini Bikin Komandan Gemetar

11/10/20268 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,956 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,825 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,798 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?