Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Sumsel menargetkan mampu produksi jagung hingga 1.000 ton di tahun 2023. Karena itu, Perhiptani Sumsel menjalin kerjasama dengan pihak swasta agar program tersebut tidak menggunakan APBD ataupun APBN.
Ketua DPW Perhiptani Sumsel, Listoyo mengatakan saat ini pihaknya sudah melakukan penandatanganan dengan pihak swasta terkait program 1.000 ton produksi jagung tersebut. Ini merupakan program 2023 ungguan yang tidak menggunakan APBD ataupun APBN.
“Kami harap kerjasama ini dapat menguntungkan dan dapat meningkatkan kesejahteraan para petani,” ujarnya.
Dia juga menambahkan, program ini sebagai bentuk dukungan kepada para petani dan Dinas Pertanian serta Pemerintah Kota Lubuklinggau secara umum dengan berbagai program unggulan 2023.
Sementara itu, Wakil Walikota Lubuklinggau, Sulaiman Kohar mengatakan saat ini di Kota Lubulinggau telah memiliki empat balai penyuluhan pertanian yakni Kelurahan Rahma, Taba Pingin, Petanang dan Kayu Ara. Ke empat balai penyuluhan pertanian itu siap bekerja secara maksimal.
Di empat balai penyuluhan pertanian tersebut terdapat 49 orang pendamping penyuluh, 31 orang dari pendamping provinsi serta 5 orang Pekerja Harian Lepas (PHL).
“Para petani paling dekat dengan para penyuluh pertanian. Semoga apa yang menjadi masalah petani dapat terselesaikan,” jelasnya.
Wawako menambahkan, penyuluh mendampingi petani agar menjadi petani yang berkualitas dan sejahtera. “Mohon doa agar dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, tulus dan ikhlas,” pungkasnya.

