Badai tropis yang terjadi di di Jepang menewaskan dua orang dan melukai lebih dari ratusan orang. Badai itu juga melumpuhkan lalu lintas dan aliran listrik ribuan rumah. Tak hanya itu, bangunan Ruang Angkasa di Jepang pun rusak akibat diterjang badai ini.
“Di Pulau Tanegashima, Selatan Pulau Kyushu, sebuah tembok rusak di pusat antariksa Badan Antariksa dan Eksplorasi Jepang. Kerugian akibat kerusakan bangunan ini masih terus dinilai,” kata Kementerian Ekonomi dan Industri dikutip dari APNews, Rabu (21/9).
Dalam badai tersebut, dua kematian dilaporkan di prefektur Miyazaki di pulau utama Selatan Jepang Kyushu pada hari Senin, ketika badai lebih kuat. Salah satunya adalah seorang pria ditemukan di dalam mobil yang tenggelam di sebuah peternakan yang terendam banjir di kota Miyakonojo, dan satu orang lagi ditemukan di bawah tanah longsor di Mimata.
Tak hanya menyebabkan dua jiwa tewas, tapi juga satu orang masih dinyatakan hilang dan 115 orang lainnya luka-luka. Kemudian, lebih dari 130.000 rumah, sebagian besar di wilayah Kyushu, masih tanpa listrik pada Selasa pagi. Bahkan, banyak toko serba ada pada satu titik tutup dan beberapa distribusi persediaan tertunda.
Sebagian besar transportasi kembali normal pada hari Selasa ketika komuter kembali bekerja setelah akhir pekan tiga hari. Kereta peluru dan sebagian besar transportasi darat kembali beroperasi, tetapi lusinan penerbangan dihentikan di timur laut Jepang.
Badai tropis telah menuju ke Samudra Pasifik di lepas pantai utara Jepang, Badan Meteorologi Jepang mengatakan Selasa.

