RELUNG.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang meminta para pencari kerja tidak tergiur pihak yang menawarkan jalan pintas untuk menjadi pegawai KAI.
Peringatan ini disampaikan menyusul masih maraknya informasi rekrutmen palsu yang beredar di media sosial. Pelaku biasanya memanfaatkan nama dan identitas KAI untuk meyakinkan calon korban, kemudian meminta sejumlah uang atau menawarkan jasa meluluskan peserta seleksi.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menegaskan tidak ada pihak yang dapat menjamin kelulusan dalam proses rekrutmen KAI.
“Apabila terdapat pihak yang menjanjikan dapat membantu meluluskan peserta rekrutmen dengan imbalan dalam bentuk apa pun, masyarakat diminta untuk tidak mempercayainya,” ujar Aida.
Menurutnya, proses rekrutmen KAI berlangsung berdasarkan tahapan dan ketentuan yang telah ditetapkan perusahaan. Peserta harus melewati seleksi administrasi, kesehatan awal, psikologi, wawancara dan kesehatan akhir.
Untuk formasi tertentu, peserta juga diwajibkan mengikuti tahapan kesamaptaan. Seluruh informasi mengenai tahapan seleksi disampaikan melalui kanal resmi rekrutmen KAI.
KAI juga menegaskan seluruh proses rekrutmen tidak dipungut biaya. Perusahaan tidak bekerja sama dengan agen perjalanan, biro jasa atau pihak lain yang menawarkan jasa kelulusan.
Modus penipuan yang perlu diwaspadai antara lain permintaan uang dengan alasan biaya administrasi, seleksi, transportasi maupun akomodasi. Pelaku juga dapat meminta korban memesan hotel atau transportasi melalui agen tertentu.
Selain itu, masyarakat diminta waspada terhadap akun media sosial palsu yang menggunakan nama, logo dan identitas KAI untuk menyebarkan lowongan pekerjaan.
“Seluruh informasi rekrutmen resmi KAI hanya disampaikan melalui kanal resmi perusahaan,” kata Aida.
KAI meminta masyarakat tidak langsung mempercayai pesan berantai, unggahan atau tautan rekrutmen yang sumbernya tidak jelas. Calon pelamar juga diminta tidak mentransfer uang maupun menyerahkan data pribadi kepada nomor atau akun pribadi yang mengatasnamakan KAI.
Informasi rekrutmen dapat diverifikasi melalui situs resmi e-recruitment.kai.id. Jika menemukan dugaan penipuan yang mengatasnamakan KAI, masyarakat dapat melapor melalui Contact Center KAI 121 atau 021-121, WhatsApp KAI 0811-2223-3121, serta media sosial KAI 121 @kai121_.
Aida menegaskan, kehati-hatian menjadi langkah penting agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan berkedok rekrutmen.
“KAI mengajak masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi melalui kanal resmi KAI dan tidak memberikan uang maupun data pribadi kepada pihak yang tidak dapat dipastikan keabsahannya,” tegasnya. (KPB)

