RELUNG.ID – Kecepatan warga melaporkan kemunculan titik api dinilai menjadi salah satu kunci dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas. Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menilai keterlambatan informasi dapat membuat api semakin sulit dikendalikan, terutama ketika kondisi lahan kering dan angin bertiup kencang.
Deru mencontohkan kebakaran yang terjadi di kawasan Musi Dua, Palembang. Menurutnya, api dapat segera dikendalikan karena warga bergerak cepat menyampaikan laporan kepada aparat.
Dalam kejadian tersebut, Ketua RT setempat bernama Halimah disebut langsung melaporkan kebakaran kepada Babinsa. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan pengerahan petugas hingga api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar satu jam.
“Seperti tadi kejadian di Musi Dua, sigap. Ketua RT, Halimah namanya, saya ingat betul, lapor ke Babinsa. Babinsa langsung bertindak. Satu jam, clear, boleh di-cross check,” ujar Deru, Sabtu (29/8/2026).
Bagi Deru, kejadian tersebut menunjukkan bahwa api yang masih kecil memiliki peluang lebih besar untuk dikendalikan jika informasi diterima petugas sejak awal.
“Artinya, kalau kita sigap, cepat dipadamkan,” katanya.
Namun, kondisi dapat berubah cepat ketika kebakaran terjadi di tengah lahan kering. Angin dapat membuat kobaran api bergerak jauh dalam waktu singkat sehingga penanganan menjadi semakin sulit.
Deru mengaku mendapat informasi dari petugas pemadam mengenai cepatnya api merambat dalam salah satu kejadian yang ditangani.
“Saya ini saksi hidup. Ini tadi sebelum kondangan ke OI tadi, kata petugas pemadam, di bawah jam 12 tadi sudah berkilometer panjangnya. Artinya angin juga punya peran untuk mempercepat penyebaran api,” ujarnya.
Karena itu, Deru meminta masyarakat tidak menganggap remeh keberadaan asap atau titik api yang terlihat di sekitar lingkungan mereka.
Menurutnya, masyarakat dan aparat desa harus menjadi bagian dari sistem deteksi dini. Setiap indikasi kebakaran perlu segera dilaporkan agar petugas memiliki waktu untuk melakukan pemadaman sebelum api menyebar.
Ia juga memberikan apresiasi kepada petugas yang terus bekerja di lapangan menghadapi ancaman karhutla.
“Saya salut dengan pantang menyerahnya petugas-petugas di lapangan,” katanya.
Dirinya mengatakan informasi dari masyarakat tetap menjadi bagian penting untuk menentukan langkah penanganan, termasuk apabila kondisi membutuhkan pengerahan helikopter water bombing.
“Informasi dari masyarakat juga penting. Bila perlu dilakukan water bombing,” katanya.[THQ]

