Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/2026

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Monday, 12 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Kabut Asap Karhutla Picu Lonjakan ISPA di Palembang, 15.020 Kasus Tercatat Selama Agustus
Regional

Kabut Asap Karhutla Picu Lonjakan ISPA di Palembang, 15.020 Kasus Tercatat Selama Agustus

alwiBy alwi07/09/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kondisi Palembang yang diselimuti kabut asap. (Thoriq/Relung)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat di Kota Palembang.

Sepanjang Agustus 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang mencatat sebanyak 15.020 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Jumlah tersebut menjadi perhatian serius karena terjadi di tengah kondisi kualitas udara Palembang yang sempat memburuk akibat paparan asap karhutla.

Baca juga :   Kabut Asap Diduga Picu Sesak Napas Ojol Hingga Meninggal, Gubernur Sumsel: Harus Otopsi Dulu

Kepala Dinkes Kota Palembang, Fenty Aprina, mengatakan ribuan kasus ISPA tersebut tercatat selama satu bulan pada Agustus 2026.

“Selama periode Agustus 2026 tercatat sebanyak 15.020 kasus ISPA di Kota Palembang,” ujar Fenty, Sabtu (5/9/2026).

Menurut dia, tingginya angka kasus ISPA tidak terlepas dari kondisi udara yang mengalami penurunan kualitas. Kabut asap dan tingginya kandungan partikel di udara dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan.

Baca juga :   Karhutla Sumsel Punya Pola Tak Biasa, Api Kerap Muncul Akhir Peka

Meski demikian, Dinkes Palembang memastikan tidak terdapat laporan kematian akibat ISPA selama periode tersebut.

ISPA sendiri dapat menyerang seluruh kelompok usia. Namun, anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki riwayat penyakit atau gangguan pernapasan menjadi kelompok yang lebih berisiko terdampak ketika kualitas udara memburuk.

Selain asap karhutla, musim kemarau juga turut memperparah kondisi udara. Debu dan berbagai partikel yang beterbangan di udara dapat memicu keluhan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar ruangan.

Baca juga :   Sepasang Sejoli di Palembang Kepergok Indehoi di Dalam Mobil di Parkiran Klinik Gigi

Karena itu, Dinkes Palembang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat.

Warga juga diingatkan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga kebersihan lingkungan, serta menggunakan masker saat berada di luar ruangan.

“Penggunaan masker menjadi salah satu langkah efektif untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan, terutama saat musim kemarau dan kondisi udara dipenuhi asap maupun debu,” kata Fenty.

Baca juga :   Kepergok Ambil Uang Pengunjung Pasar 16 Ilir, Copet di Palembang Ditangkap Warga

Selain melakukan langkah pencegahan, masyarakat diminta tidak mengabaikan berbagai gejala awal gangguan pernapasan, seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan hingga sesak napas.

Warga yang mengalami keluhan tersebut dianjurkan segera memeriksakan kondisi kesehatannya ke fasilitas pelayanan kesehatan.

“Kami mengingatkan masyarakat agar terus memantau kondisi kualitas udara dan meningkatkan langkah perlindungan diri, mengingat dampak asap karhutla masih berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat,” tutupnya. (DSK)

Dinkes Palembang ISPA Kabut Asap Karhutla
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleLima Tahun Hilang, Dua Perempuan di Banyuaisn Ternyata Jadi Korban Pembunuhan
Next Article Apple Kembangkan Dua Game Controller Baru
alwi

Related Posts

Regional

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/20267 Views
Regional

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/202616 Views
Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202329,002 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,872 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,844 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?