Dalam ajang Pertemuan Keempat Kelompok Ekonomi Digital atau 4th Digital Economy Working Group (DEWG) Meeting dan Digital Economy Ministers Meeting (DEMM) G20 dimanfaatkan untuk memperkenalkan transformasi aplikasi PeduliLindungi yang dikembangkan menjadi citizen health app kepada dunia.
“PeduliLindungi segera bertransformasi sebagai citizen health app di Indonesia, nah lewat dua event global itu diperkenalkan ke dunia,” kata Tim Komunikasi Pusdatin DTO Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Aulia Rifqiandono dikutip dari keterangan resminya, Kamis (1/9).
Lewat DEWG dan DEMM diharapkan aplikasi PeduliLindungi semakin dikenal dunia, apalagi seluruh delegasi yang hadir di event-event G20 termasuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada November 2022 mendatang wajib mengunduh dan menggunakan aplikasi itu.
Guna mendukung sebagai citizen health app, PeduliLindungi juga akan menambahkan fitur-fitur baru di antaranya resume kesehatan sesuai dengan persetujuan termasuk riwayat vaksin baik di dalam maupun luar negeri. Sehingga warga negara asing (WNA) akan mudah menggunakannya.
“Transformasi itu penting karena ke depan aplikasi PeduliLindungi akan dirancang siap menghadapi setiap potensi wabah pandemi yang mungkin terjadi di masa depan selain COVID-19,” ujarnya.
Selain menambah fitur, PeduliLindungi juga akan tersedia bahasa baru. Semula hanya 9 bahasa kini bakal bertambah 4 bahasa sehingga total 13 bahasa. Secara rinci, 9 bahasa tersebut antara lain bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Prancis, bahasa Jepang, bahasa Rusia, bahasa Arab, bahasa Korea, dan bahasa Spanyol.
Sedangkan 4 bahasa yang sedang diproses mencakup bahasa Portugis, bahasa Jerman, bahasa Italia, dan bahasa Turki.

