RELUNG.ID – Pembangunan Jalan Tol Palembang-Betung terus dikebut pemerintah dengan target seluruh ruas sepanjang 69,19 kilometer (km) dapat rampung pada kuartal I 2027.
Proyek yang menjadi bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) tersebut memiliki nilai investasi sekitar Rp14,98 triliun.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Ni Komang Rasminiati mengatakan, pembangunan Tol Palembang-Betung terbagi menjadi tiga seksi.
“Seksi 1 dan Seksi 2 ditargetkan selesai pada Triwulan IV 2026, sedangkan Seksi 3 ditargetkan rampung pada Triwulan I 2027,” kata Komang dalam keterangan resmi, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, percepatan pembangunan menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan konektivitas wilayah Sumsel sekaligus memperlancar arus barang dan mobilitas masyarakat.
Sejumlah pekerjaan konstruksi utama juga telah menunjukkan perkembangan. Salah satunya pembangunan Jembatan Musi V yang memiliki panjang 1.684 meter.
Struktur utama jembatan tersebut telah selesai dan memperoleh Sertifikat Laik Fungsi Struktur dari Menteri PU. Jembatan juga dilengkapi Structural Health Monitoring System (SHMS) dengan 100 sensor untuk memantau kondisi struktur secara berkala.
Jembatan Musi V menjadi salah satu infrastruktur penting dalam proyek Tol Palembang-Betung karena melintasi Sungai Musi dan menghubungkan kawasan di kedua sisi sungai.
Meski progres konstruksi terus dikebut, penyelesaian proyek masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satu tantangan utama yakni proses pembebasan lahan di sejumlah titik trase tol.
Wakil Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero), Sugeng Rochadi mengatakan, pihaknya bersama pihak terkait terus mempercepat proses tersebut agar pembangunan dapat berjalan sesuai target.
Selain persoalan lahan, terdapat tujuh ruas jembatan kecil yang pengerjaannya perlu disesuaikan dengan penyelesaian akses jalan lama menuju kawasan permukiman masyarakat.
“BPJT terus melakukan koordinasi bersama PT Hutama Karya, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait untuk memastikan penyelesaian pekerjaan tetap memperhatikan aspek keselamatan, mutu konstruksi, dan kebutuhan akses masyarakat,” ujar Sugeng.
Di tengah proses pembangunan, pemerintah juga menyiapkan pengoperasian sebagian ruas Tol Palembang-Betung secara fungsional pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026-2027.
Pengoperasian fungsional tersebut diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan lalu lintas serta mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang selama periode libur panjang.
Staf Ahli Menteri PU Bidang Hubungan Antar Lembaga, Triono Junoasmono mengatakan, pembangunan JTTS terus diarahkan agar membentuk konektivitas dari Bakauheni, Lampung hingga Jambi.
“Kalau kita lihat, jalan tol yang sudah beroperasi itu dari Bakauheni Lampung sampai ke Palembang. Sekarang dilanjutkan Palembang–Betung, dan mudah-mudahan selanjutnya bisa masuk konstruksi sampai ke Jambi,” katanya. (DSK)

