RELUNG.ID – Kabar duka kembali menyelimuti Sumatera Selatan. Seorang pekerja migran asal Kota Palembang berinisial ME (28) dilaporkan meninggal dunia di Phnom Penh, Kamboja.
Peristiwa ini menambah daftar persoalan pekerja migran asal Sumsel yang bekerja di luar negeri secara nonprosedural.
Berdasarkan data paspor, korban merupakan kelahiran Palembang dan berdomisili di Kecamatan Kalidoni.
Ia diketahui berangkat ke Kamboja pada 25 Oktober 2025 melalui Medan sebelum melanjutkan perjalanan ke negara tujuan bersama sejumlah rekannya.
Ketua Komisi V DPRD Sumatera Selatan, Alwis Gani, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia menilai kasus ini harus menjadi perhatian serius semua pihak.
“Kami sangat prihatin. Dalam waktu dekat kemungkinan kami akan memanggil instansi terkait untuk membahas persoalan pekerja migran asal Sumsel, terutama yang berangkat tidak melalui prosedur resmi,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Menurut Alwis, pengawasan terhadap proses rekrutmen dan keberangkatan calon pekerja migran perlu diperketat agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumsel, Indra Bangsawan, membenarkan kabar meninggalnya ME.
Dia menegaskan korban bukan bagian dari 15 warga Sumsel yang sebelumnya diberitakan terdampar di Kamboja dan sedang dalam proses penanganan.
“Iya, benar. Tapi bukan dari ke-15 orang itu, kemungkinan dari tempat yang berbeda,” jelasnya.
Informasi awal menyebutkan korban meninggal dunia di lantai 18 salah satu gedung tempatnya bekerja di Kamboja.
Namun, penyebab pasti serta waktu kematian masih menunggu keterangan resmi dari otoritas setempat.
Kepala Balai Pelayanan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumsel, Waydinsyah, juga membenarkan peristiwa tersebut.
Dia menyebutkan korban meninggal dunia di Phnom Penh dan dugaan sementara karena sakit.
“Betul, yang bersangkutan meninggal dunia diduga karena sakit tiga hari lalu di tempatnya bekerja di Phnom Penh. Pihak keluarga, dalam hal ini ibunya, sudah mengonfirmasi kabar tersebut,” katanya.
Dari keterangan keluarga, almarhum memiliki riwayat penyakit maag. Namun, belum dapat dipastikan apakah kondisi tersebut berkaitan langsung dengan penyebab kematian.
BP3MI Sumsel saat ini tengah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh terkait proses penanganan dan pemulangan jenazah.
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, proses repatriasi jenazah pekerja migran membutuhkan waktu karena harus melalui sejumlah tahapan administrasi dan koordinasi lintas negara. (DSK)

