Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Pekerja Migran Asal Palembang Wafat di Kamboja, DPRD Sumsel Soroti Pengawasan dan Rekrutmen
Regional

Pekerja Migran Asal Palembang Wafat di Kamboja, DPRD Sumsel Soroti Pengawasan dan Rekrutmen

alwiBy alwi21/02/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Alwis Gani/handout
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Kabar duka kembali menyelimuti Sumatera Selatan. Seorang pekerja migran asal Kota Palembang berinisial ME (28) dilaporkan meninggal dunia di Phnom Penh, Kamboja.

Peristiwa ini menambah daftar persoalan pekerja migran asal Sumsel yang bekerja di luar negeri secara nonprosedural.

Baca juga :   Tradisi Jamuan Haji Tetap Lestari, Masjid Qodim Pagar Alam Sambut 208 Jamaah dengan Makan Bersama

Berdasarkan data paspor, korban merupakan kelahiran Palembang dan berdomisili di Kecamatan Kalidoni.

Ia diketahui berangkat ke Kamboja pada 25 Oktober 2025 melalui Medan sebelum melanjutkan perjalanan ke negara tujuan bersama sejumlah rekannya.

Ketua Komisi V DPRD Sumatera Selatan, Alwis Gani, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia menilai kasus ini harus menjadi perhatian serius semua pihak.

Baca juga :   OTD Tembak Anak Caleg di Mura

“Kami sangat prihatin. Dalam waktu dekat kemungkinan kami akan memanggil instansi terkait untuk membahas persoalan pekerja migran asal Sumsel, terutama yang berangkat tidak melalui prosedur resmi,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).

Menurut Alwis, pengawasan terhadap proses rekrutmen dan keberangkatan calon pekerja migran perlu diperketat agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumsel, Indra Bangsawan, membenarkan kabar meninggalnya ME.

Baca juga :   14 Warga Palembang Korban Dugaan Penipuan Kerja di Kamboja Dipulangkan ke Tanah Air

Dia menegaskan korban bukan bagian dari 15 warga Sumsel yang sebelumnya diberitakan terdampar di Kamboja dan sedang dalam proses penanganan.

“Iya, benar. Tapi bukan dari ke-15 orang itu, kemungkinan dari tempat yang berbeda,” jelasnya.

Informasi awal menyebutkan korban meninggal dunia di lantai 18 salah satu gedung tempatnya bekerja di Kamboja.

Baca juga :   Ratu Dewa Pastikan Kasus Pemuda Sumsel di Kamboja Ditangani Polda

Namun, penyebab pasti serta waktu kematian masih menunggu keterangan resmi dari otoritas setempat.

Kepala Balai Pelayanan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumsel, Waydinsyah, juga membenarkan peristiwa tersebut.

Dia menyebutkan korban meninggal dunia di Phnom Penh dan dugaan sementara karena sakit.

Baca juga :   Bakar Lahan untuk Buka Kebun, Pria di Palembang Diamankan Polisi

“Betul, yang bersangkutan meninggal dunia diduga karena sakit tiga hari lalu di tempatnya bekerja di Phnom Penh. Pihak keluarga, dalam hal ini ibunya, sudah mengonfirmasi kabar tersebut,” katanya.

Dari keterangan keluarga, almarhum memiliki riwayat penyakit maag. Namun, belum dapat dipastikan apakah kondisi tersebut berkaitan langsung dengan penyebab kematian.

BP3MI Sumsel saat ini tengah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh terkait proses penanganan dan pemulangan jenazah.

Baca juga :   Beli Nasi, Pemuda di Kertapati Palembang Diserang Pakai Helm hingga Ditodong Pisau

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, proses repatriasi jenazah pekerja migran membutuhkan waktu karena harus melalui sejumlah tahapan administrasi dan koordinasi lintas negara. (DSK)

Kamboja Pekerja Migran Warga Palembang
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleRamadan Momentum Memperbaiki Adab Berdoa Agar Dikabulkan
Next Article Prakiraan Cuaca Palembang Hari Ini, Siang Berpotensi Hujan Ringan
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20264 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,873 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,745 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,719 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?