Raksasa teknologi China, NetEase mengumumkan bahwa mereka telah mengakuisisi Quantic Dream yang merupakan pengembang game asal Prancis.
Dengan pembelian tersebut, maka perusahaan yang berkantor pusat di Hangzhou, China ini menandai pendirian studio pertamanya di Eropa, yang menyaingi raksasa teknologi China lainnya yakni Tencent.
NetEase kini terus menyusul Tencent yang secara produktif mengakuisisi dan berinvestasi di perusahaan game luar negeri. Bahkan, NetEase juga telah mendirikan studio game di Jepang dan AS.
NetEase berfokus pada PC dan game seluler, format yang sangat populer di Cina. Game seluler menghasilkan lebih dari setengah pendapatan game globalnya. Namun baru-baru ini, raksasa teknologi tersebut telah berekspansi ke game konsol.
Quantic Dream, sebuah studio berusia 25 tahun, akan fokus “untuk membuat dan menerbitkan video game-nya di semua platform, serta mendukung dan menerbitkan judul-judul yang dikembangkan pihak ketiga,” menurut siaran pers.
Itu menyoroti niat NetEase untuk tumbuh di seluruh perangkat seluler, PC, dan konsol.
Akuisisi Quantic Dream sejalan dengan strategi NetEase untuk mendapatkan karakter dan waralaba internasional yang terkenal. Quantic Dream saat ini sedang mengembangkan game yang disebut Star Wars Eclipse, berdasarkan film petualangan luar angkasa Disney. NetEase telah merilis game mobile berdasarkan Lord of the Rings dan Harry Potter.
Dalam sebuah wawancara dengan CNBC tahun lalu, Hu Zhipeng, wakil presiden di NetEase dan salah satu bos teratas dari bisnis video game raksasa teknologi, mengatakan bahwa ia bertujuan untuk mendapatkan 50 persen dari pendapatan game perusahaan berasal dari luar negeri, naik dari sekitar 10 persen dari saat ini.

