RELUNG.ID – Kualitas udara di Kota Palembang belum menunjukkan tanda-tanda membaik. Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Stasiun PM2.5 Talang Betutu bahkan sempat melonjak hingga 596,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada Minggu (27/9/2026) dini hari.
Kondisi tersebut membuat kualitas udara kembali berada pada kategori berbahaya. Polanya juga menunjukkan udara sempat membaik pada dini hari, tetapi kembali memburuk menjelang pagi.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan Wandayantolis mengatakan, berdasarkan pemantauan grafik kualitas udara di Talang Betutu, konsentrasi PM2.5 masih berada pada level yang mengkhawatirkan.
“Grafik kualitas udara di Talang Betutu Palembang masih terpantau berbahaya. Tertinggi pada pukul 02.00 WIB yang mencapai 596,4 µg/m³,” kata Wandayantolis, Minggu (27/9/2026).
Konsentrasi PM2.5 masih berada pada level berbahaya hingga sekitar pukul 03.00 WIB. Kondisi kemudian sempat turun pada pukul 04.00 WIB menjadi 237 µg/m³, yang masuk kategori sangat tidak sehat.
Namun, penurunan tersebut tidak berlangsung lama. Memasuki pagi hari, konsentrasi partikulat kembali meningkat tajam.
Pada pukul 05.00 WIB, PM2.5 kembali mencapai 517,8 µg/m³. Satu jam kemudian, angkanya masih berada di level berbahaya dengan konsentrasi 409,2 µg/m³.
Wandayantolis menyebut kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara di Palembang masih dipengaruhi asap karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.
“Karhutla di OKI dan sekitarnya masih menjadi penyebab asap,” ujarnya.
Asap dari wilayah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan, terutama di Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir, masih berpotensi terbawa menuju Palembang sehingga memengaruhi kualitas udara di wilayah perkotaan.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta tidak mengabaikan perubahan kualitas udara, terutama ketika hendak beraktivitas di luar ruangan.
Wandayantolis mengimbau masyarakat untuk terlebih dahulu memantau kondisi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah. Penggunaan masker juga tetap dianjurkan selama kualitas udara belum menunjukkan perbaikan.[THQ]

