RELUNG.ID – Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kota Palembang kini makin pekat.
Kondisi ini terjadi sejak dini hari hingga pagi hari, dimana kabut asap masih terjadi dan mengurangi jarak pandang.
Berdasarkan pantauan, jarak pandang akibat kabut asap ini sekitar 100 meter hingga membuat pengendara motor dan mobil harus menghidupkan lampu.
“Hari ini makin tebel kabut asapnyo pak,” kata Seorang pengendara, Reza, Kamis (15/10/2026).
Akibat kabut asap ini, dia pun harus berhati-hati dalam berkendara dan menghidupkan lampu kendaraan. Terlebih lagi, udara jadi makin menyesakan akibat kabut asap ini.
“Kami harap pemerintah segera mengatasi persoalan ini, dan hutan segera turun sehingga kabut asap dapat menghilang,” terangnya.
Sementara itu, pengendara lainnya, Taufiq mengaku kesal karena hingga saat ini Karhutla masih terus terjadi hingga mengakibatkan kabut asap yang semakin tebal.
“Perusahaan makin merajarela bakar lahan, pemerintah cak diem bae. Zalim nian sampe kabut asap jadi tebel cak ini,” ungkapnya.
Sementara itu, dikutip dari website resmi BMKG, kabut asap ini mempengaruhi kualitas udara. Tercatat, kualitas udara di Palembang mencapai 660 µg/m³ dan masuk dalam kategori berbahaya pada pukul 07.00 WIB.
Bahkan, sempat menembus angka tertinggi pada pukul 02.00 WIB dengan angka mencapai 1.134 µg/m³. Sedangkan, dari data IQ Air, kualitas udara di Kota Palembang yaitu mencapai 794 µg/m³ masuk dalam kategori berbahaya. (LWM)

