RELUNG.ID – PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) tengah mengkaji opsi optimalisasi pembangkit dan pasokan energi, termasuk kemungkinan optimalisasi dukungan melalui PLTU Sumsel-8 terkait operasional PLTU Banjarsari.
Kajian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan aspek teknis dan operasional, serta melalui koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait.
Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno dalam keterangan tertulisnya menegaskan, perusahaan berkomitmen mendukung keandalan pasokan energi nasional melalui pemenuhan pasokan batu bara sesuai penugasan yang telah mendapat persetujuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta ketentuan yang berlaku.
“Saat ini, PTBA tengah mengkaji opsi optimalisasi pembangkit dan pasokan energi, termasuk terkait PLTU Banjarsari dan potensi optimalisasi dukungan melalui PLTU Sumsel-8,” demikian keterangan PTBA yang diterima redaksi.
Menurut perusahaan, kajian tersebut merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan pemanfaatan aset dan sumber daya untuk mendukung keberlanjutan pasokan listrik bagi masyarakat dan industri.
Setiap opsi yang dipertimbangkan akan memperhatikan kesiapan teknis dan kebutuhan sistem kelistrikan, dengan tetap mengutamakan keandalan pasokan energi.
PTBA juga menegaskan bahwa kondisi operasional PLTU Banjarsari saat ini tidak mengganggu keandalan pasokan listrik di Sumatera Selatan dan sekitarnya.
“Pasokan listrik di wilayah tersebut tetap stabil dan terpenuhi,” tegas perusahaan.
PTBA menyatakan akan terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk mengupayakan solusi yang optimal dan berkelanjutan dalam mendukung ketahanan energi nasional. (ril)

