RELUNG.ID-Sambutan perdana AKBP Condro Sasongko atau yang akrab disapa Mbah Con sebagai Kapolresta Solo sukses mencairkan suasana. Guyonan yang dilontarkannya dalam acara Kenal Pamit Kapolresta Solo mengundang gelak tawa tamu undangan.
Condro ditunjuk sebagai Kapolresta Solo dalam mutasi Polri pada Oktober 2026. Ia menggantikan Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo yang dimutasi menjadi Analis dan Advokasi Hukum Kepolisian Madya Tk. III Divkum Polri.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @solokini, Mbah Con tampil dengan gaya santai dan jenaka bak standup comedian. Ia bahkan melontarkan candaan saat menjelaskan alasan kehadirannya dalam acara tersebut.
“Seharusnya hari ini kami ada kegiatan rapat terbatas bersama Bapak Panglima TNI dan Kapolri. Tapi saya memilih untuk datang di tempat ini, karena kami enggak diundang, Pak,” ujarnya yang langsung disambut tawa para tamu undangan.
Ia kemudian menyampaikan bahwa acara tersebut menjadi momen untuk melepas Catur Cahyono Wibowo dengan penuh kehangatan.
“Jadi, hari ini kita akan melepas dengan cinta kakak asuh kami, Catur Cahyono Wibowo,” tambahnya.
Tak berhenti di situ, Condro mengulas makna nama pejabat yang digantikannya dengan cara yang mengundang senyum. Menurutnya, nama Catur dapat dimaknai sebagai sosok yang cakep dan teratur.
“Catur itu cakep dan teratur. Jadi, beliau itu adalah kakak asuh kebanggaan kami. Orangnya ganteng, cakep dan teratur yang menata Polres Solo,” katanya.
Ia juga mengartikan nama Cahyono sebagai sosok yang bercahaya dan tidak sembrono. Sementara itu, nama Wibowo dimaknainya sebagai sosok yang memiliki wibawa dan dicintai berbagai kalangan.
Gaya komunikasi Condro yang jenaka bukan hal baru bagi pengguna media sosial. Sosok berkepala plontos itu dikenal sejumlah netizen melalui tingkah dan candaan spontan yang kerap mencairkan suasana.
Berawal dari Bintara, Candra Meniti Karier hingga Perwira
Di balik gaya komunikasinya yang jenaka, perjalanan karier Candra Sasongko di kepolisian juga diwarnai pengalaman panjang. Dilansir dari Tribratanews Polda Banten, Sabtu (16/3/2024), Candra lahir dari keluarga sederhana di Kota Trenggalek, Jawa Timur, pada 1979.
Sebelum masuk Akademi Kepolisian (Akpol), Candra merupakan anggota Bintara Polri. Ia juga dikenal sebagai atlet judo yang kerap bertanding di ajang nasional maupun internasional.
Berbekal kemampuan dan prestasi bela diri tersebut, Candra lolos seleksi Akpol pada 2001. Ia lulus pada 2005 dengan pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda) dan langsung ditugaskan di Polda Metro Jaya.
Kariernya berlanjut di Polda Jawa Barat. Pada 2014–2016, ia dipercaya menjabat Kasatreskrim Polresta Bogor.
Setelah itu, Candra bertugas sebagai Kasubdit Indagsi dan Tipidter Ditreskrimsus Polda Banten. Namanya dikenal melalui pengungkapan sejumlah kasus yang menjadi perhatian pimpinan Polri dan menyangkut kepentingan masyarakat.
Bongkar Kasus Minyak Goreng hingga BBM
Pada Desember 2021, ia mengungkap industri sampo dan minyak rambut palsu bermerek ternama di Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.
Saat masyarakat menghadapi persoalan minyak goreng, Candra juga membongkar gudang pengemasan minyak goreng curah ke dalam kemasan. Minyak yang seharusnya dijual Rp14.000 per liter itu dipasarkan seharga Rp20.000 per liter. Pengusaha tersebut disebut meraup keuntungan hingga Rp200 juta per bulan.
Pada tahun yang sama, tepatnya Juni, Candra mengungkap kecurangan takaran BBM di SPBU 34-42117 Gorda, Kabupaten Serang. Praktik tersebut disebut telah berlangsung sejak 2016. Pemilik SPBU diduga mengurangi takaran menggunakan perangkat kendali jarak jauh atau remote control, dengan keuntungan yang diklaim mencapai sekitar Rp7 miliar.
Pada Februari 2023, Candra bersama timnya mengungkap penyelewengan distribusi beras Bulog bersubsidi untuk operasi pasar. Dalam pengungkapan itu, petugas mengamankan barang bukti sebanyak 550 ton beras dan menetapkan 12 orang sebagai tersangka.
Ia juga menangani pengungkapan aktivitas penambangan tanpa izin usaha. Candra mengklaim jajarannya mengungkap 31 kasus pertambangan ilegal, mulai dari tambang emas, batu bara hingga pasir silika, yang disebutnya sebagai jumlah tertinggi di Indonesia.
Pada Januari 2024, Polri menunjuk Candra sebagai Kapolres Serang. Sebelum menduduki jabatan tersebut, ia bersama timnya juga mengungkap penyalahgunaan distribusi gas di Karang Tengah, Kota Tangerang, dengan delapan orang pelaku dan omzet yang disebut mencapai lebih dari Rp1 miliar per hari.
Perjalanan karier tersebut menjadi bagian dari rekam jejak Candra sebelum kembali mendapat penugasan sebagai Kapolresta Solo pada Oktober 2026.
Kini, sambutan perdananya di Solo memperlihatkan sisi lain seorang perwira polisi yang dikenal melalui pengungkapan sejumlah kasus. Dengan gaya komunikasi yang cair dan penuh humor, Mbah Con mencuri perhatian dalam momen pergantian kepemimpinan di Polresta Solo. [YSF]

