RELUNG.ID – Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, di tengah kemarau panjang menjadi perhatian serius.
Dinas Kesehatan setempat mencatat sebanyak 294 warga mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode 1–13 Oktober 2026.
Kasus tersebut tersebar di 10 kecamatan. Kondisi ini mendorong Dinas Kesehatan Empat Lawang meningkatkan kesiapsiagaan pelayanan kesehatan sekaligus mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk meminimalkan paparan asap dan debu.
Kepala Dinas Kesehatan Empat Lawang, Dery Kurniawan, mengatakan kasus ISPA tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah kemarau panjang yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.
“Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, kondisi ISPA saat ini meningkat secara signifikan. Hal ini karena beberapa bulan terakhir menghadapi kemarau panjang,” ujar Dery.
Menurutnya, kondisi udara yang memburuk akibat debu dan kabut asap dapat memicu gangguan saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus karena lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Dery menjelaskan, data kasus ISPA terus diperbarui setiap hari untuk memantau perkembangan di lapangan. Pemantauan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan kebutuhan pelayanan dan langkah penanganan yang diperlukan.
Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pasien, Dinas Kesehatan telah menyiapkan posko pelayanan kesehatan di 10 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Empat Lawang.
“Kami sudah mempersiapkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak ISPA. Di 10 puskesmas, kita menyiapkan posko kesehatan. Silakan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap atau ISPA untuk datang ke puskesmas,” katanya.
Pelayanan kesehatan tersebut disiagakan selama 24 jam agar masyarakat yang mengalami keluhan pernapasan tetap bisa mendapatkan pertolongan, termasuk di luar jam pelayanan reguler.
Selain memperkuat pelayanan medis, Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat agar melakukan langkah pencegahan selama kondisi kabut asap masih berpotensi mengganggu kualitas udara.
Warga dianjurkan membatasi kegiatan di luar ruangan, menjaga daya tahan tubuh, mengonsumsi makanan bergizi, serta mencukupi waktu istirahat. Penggunaan masker yang sesuai juga disarankan bagi masyarakat yang terpaksa beraktivitas di tengah paparan asap dan debu.
Dery turut mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala gangguan pernapasan.
“Apabila mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, atau keluhan pernapasan yang semakin berat, masyarakat disarankan segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat,” tutupnya. (SLM)

