RELUNG.ID – Qualcomm membantah rumor yang menyebut chipset Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 mengalami masalah panas berlebih (overheating) hingga memicu penurunan performa atau thermal throttling.
Bantahan ini muncul setelah laporan media Korea Selatan menyebut Samsung mempertimbangkan penggunaan chipset Exynos secara penuh pada Galaxy S27 Ultra mendatang.
Rumor tersebut mencuat setelah pengujian internal Samsung dikabarkan menunjukkan bahwa Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 cenderung mengalami panas berlebih. Sebaliknya, chipset Exynos 2700 disebut mampu mempertahankan performa yang lebih stabil.
Menanggapi kabar yang beredar luas di internet, Chief Marketing Officer (CMO) Qualcomm memberikan klarifikasi melalui platform X. Ia menegaskan bahwa laporan mengenai masalah suhu pada chipset unggulan generasi terbaru Qualcomm tersebut tidak akurat.
“Laporan terkini mengenai masalah suhu yang berkaitan dengan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 adalah tidak akurat. Kami bangga dengan inovasi dan momentum kuat di balik platform unggulan generasi mendatang kami, serta terus bekerja sama secara erat dengan berbagai OEM global untuk menghadirkan pengalaman pengguna yang premium,” demikian pernyataan Qualcomm.
Qualcomm juga membantah adanya masalah termal sistemik pada sistem on-chip (SoC) tersebut. Perusahaan menilai rumor mengenai hasil pengujian internal Samsung belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya.
Pasalnya, setiap produsen ponsel atau original equipment manufacturer (OEM) dapat melakukan penyesuaian pada platform chipset untuk menyeimbangkan performa dan konsumsi daya sesuai kebutuhan perangkat serta skenario penggunaan.
Dengan demikian, hasil pengujian pada satu perangkat belum tentu dapat dijadikan gambaran menyeluruh mengenai karakteristik termal chipset yang sama pada perangkat lain.
Meski demikian, kemampuan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dalam mempertahankan performa saat menjalankan beban kerja berat masih perlu dibuktikan melalui pengujian langsung pada perangkat komersial.
Terlepas dari bantahan Qualcomm, persoalan suhu tetap menjadi tantangan bagi pengembangan chipset ponsel kelas atas.
Peningkatan kemampuan pemrosesan membuat chipset modern mampu menangani beban kerja yang semakin berat, termasuk menjalankan gim dengan kebutuhan grafis tinggi.
Berdasarkan spesifikasi yang disebutkan dalam laporan tersebut, seri Snapdragon 8 Elite Gen 6 memiliki dua inti Prime dengan kecepatan hingga 5,0 GHz dan enam inti Performance yang beroperasi pada kecepatan hingga 4,0 GHz.
Kecepatan tersebut tergolong tinggi untuk chipset yang bekerja di dalam perangkat berukuran ringkas dengan sistem pendinginan terbatas. Kondisi ini membuat pengelolaan suhu menjadi faktor penting untuk menjaga performa sekaligus efisiensi daya.
Pada pengujian beban berat, sejumlah ponsel flagship generasi modern juga dilaporkan mengalami penurunan performa setelah suhu perangkat meningkat.
Kondisi tersebut dikenal sebagai thermal throttling, yakni mekanisme yang menurunkan kecepatan kerja komponen untuk membatasi panas dan menjaga keamanan perangkat.
Namun, penurunan performa saat pengujian ekstrem tidak serta-merta menunjukkan bahwa sebuah chipset mengalami panas berlebih dalam penggunaan sehari-hari. Hasilnya juga dapat berbeda bergantung pada desain perangkat, sistem pendinginan, pengaturan daya, dan optimalisasi perangkat lunak.
Karena itu, klaim mengenai masalah suhu pada Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 masih memerlukan pembuktian melalui pengujian independen.
Sementara itu, rumor mengenai kemungkinan Samsung beralih sepenuhnya ke Exynos pada Galaxy S27 Ultra juga belum dapat dipastikan hanya berdasarkan laporan pengujian internal yang beredar.

