RELUNG.ID – Netflix melakukan perombakan jajaran pimpinan dengan menunjuk Peter Rice sebagai Chief Content Officer (CCO) menggantikan Bela Bajaria.
Di tengah perubahan tersebut, perusahaan layanan streaming itu juga dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.000 karyawan.
Jumlah karyawan yang terdampak disebut mencapai sekitar 6 persen dari total tenaga kerja Netflix. Di antara mereka yang diberhentikan terdapat sejumlah eksekutif dari divisi pengembangan program dan pemilihan pemeran (casting) untuk konten non-skenario (unscripted).
Peter Rice merupakan mantan eksekutif Disney dan Fox. Penunjukannya menjadi bagian dari perubahan kepemimpinan Netflix dalam mengelola strategi konten dan operasional perusahaan di tengah persaingan industri hiburan global.
Perombakan ini berlangsung setelah Netflix kehilangan salah satu tokoh penting dalam sejarah perusahaan, yakni Reed Hastings. Salah satu pendiri sekaligus mantan ketua dewan direksi Netflix tersebut meninggalkan perusahaan pada Juni lalu.
Hastings mendirikan Netflix bersama Marc Randolph pada 1997. Pada awalnya, perusahaan tersebut menjalankan bisnis penyewaan DVD melalui layanan pos sebelum berkembang menjadi salah satu platform streaming terbesar di dunia.
Hastings mundur dari jabatan co-CEO pada Januari 2023 dan kemudian menjabat sebagai ketua eksekutif (executive chairman). Setelah itu, Netflix menunjuk Greg Peters untuk mendampingi Ted Sarandos sebagai co-CEO.
Di tengah perubahan organisasi, Netflix juga terus memperluas bisnis kontennya, termasuk melalui kemitraan dengan studio anime Jepang.
Pada April lalu, Netflix mengumumkan kemitraan strategis dengan MAPPA. Kerja sama tersebut mencakup penayangan eksklusif sejumlah judul anime orisinal mendatang dari studio tersebut, sekaligus kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan proyek.
Kolaborasi itu mencakup berbagai tahapan produksi, mulai dari pengembangan cerita hingga penggarapan produk turunan atau merchandise. Sejumlah judul yang dihasilkan melalui kemitraan tersebut direncanakan tayang secara eksklusif dan serentak di Netflix di seluruh dunia.
Kerja sama dengan MAPPA melanjutkan langkah Netflix dalam memperluas portofolio anime. Pada Oktober 2022, perusahaan itu mengumumkan aliansi bisnis dengan sejumlah studio Jepang, termasuk MAPPA, NAZ, dan Science SARU.
Sebelumnya, Netflix juga menjalin kemitraan dengan Production I.G, Wit Studio yang merupakan perusahaan afiliasi Production I.G, serta BONES pada 2018. Setahun kemudian, perusahaan mengumumkan kerja sama serupa dengan Anima, Sublimation, dan david production.
Kemitraan dengan berbagai studio tersebut menjadi bagian dari strategi Netflix untuk memperkuat katalog anime dan menjangkau penonton di pasar internasional.
Di sisi lain, Netflix juga mengambil langkah strategis dalam rencana ekspansi bisnisnya. Pada Februari lalu, perusahaan tersebut memutuskan mundur dari kesepakatan untuk mengakuisisi Warner Bros. Discovery (WBD).
Keputusan itu diambil setelah WBD menilai tawaran pengambilalihan paksa (hostile takeover) dari Paramount sebagai kesepakatan yang lebih menguntungkan.
Mundurnya Netflix dari proses akuisisi tersebut menandai perubahan arah dalam upaya ekspansi perusahaan melalui pengambilalihan aset hiburan berskala besar.
Perombakan jajaran pimpinan, pengurangan tenaga kerja, serta penguatan kemitraan konten menunjukkan sejumlah langkah yang ditempuh Netflix dalam mengelola bisnisnya. Di tengah persaingan platform streaming, perusahaan perlu menyeimbangkan strategi produksi konten, efisiensi operasional, dan ekspansi pasar global. (LWM)

