RELUNG.ID – Kabut asap yang menyelimuti wilayah kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan makin tebal. Seperti yang terlihat pada Kamis, 22 Oktober 2026 pagi hingga siang.
Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kualitas udara di Lubuklinggau mencapai angka 181 atau masuk kategori tidak sehat.
Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena dinilai semakin pekat dibandingkan hari-hari sebelumnya. Warga khawatir dampaknya bagi kesehatan, terutama anak-anak yang sudah kembali mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) sejak Senin, 19 Oktober 2026.
Marinas, Ibu rumah tangga, warga Kelurahan Megang mengatakan kabut asap pada Kamis pagi terasa paling tebal.
“Hari ini sangat tebal dibandingkan hari-hari sebelumnya. Kemarin sempat mendingan, hari ini paling tebal di Lubuklinggau, bahkan Bukit Sulap sudah hilang dari pandangan,” kata Marinas.
Marinas juga mengaku khawatir kondisi tersebut mempengaruhi kesehatan anaknya yang duduk di kelas 2 SD yang sudah kembali PTM.
Hal yang sama juga dikeluhkan Silvia Rossa, warga Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Lubuklinggau Barat II. Ia menyebut kabut asap mengganggu jarak pandang saat berkendara.
“Setiap hari saya berangkat mengantar anak pergi sekolah, kabut baunya cukup terasa dan pedih di mata. Bukit Sulap yang biasanya terlihat saja sudah hilang,” ujarnya.
Terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lubuklinggau Ardi Irawan membenarkan adanya peningkatan ISPU.
“Memang beberapa hari sebelumnya sempat tinggi 180-190. Kemudian Senin dan Selasa agak mendingan 160. Hari ini ke angka 181,” kata Ardi.
Ia menduga kabut asap berasal dari daerah lain yang terbawa angin, diperparah cuaca panas dan fenomena El Nino. Menurutnya kabut asap terlihat lebih tebal pada pagi hari karena bercampur kabut.
Berdasarkan pantauan melalui aplikasi Pantau Juara yang terhubung BMKG dan NASA, pihaknya tidak menemukan titik api di Lubuklinggau. “Kalau hotspot tidak ada titik api di Lubuklinggau. Titik api di Lubuklinggau sekarang nol. Jadi asap ini diperkirakan berasal dari daerah lain,” ungkapnya.
Ardi berharap kualitas udara segera membaik agar tidak semakin mengganggu aktivitas masyarakat. (NSR)

