RELUNG.ID– Satreskrim Polrestabes Palembang mulai mengidentifikasi sejumlah orang yang diduga terlibat dalam penyerangan brutal menggunakan senjata tajam di Jalan Pertahanan Ujung, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II, Palembang.
Identitas para terduga pelaku telah dikantongi. Saat ini, tim operasional Satreskrim Polrestabes Palembang tengah melakukan pengejaran terhadap mereka.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Musa Jedi Permana mengatakan, pihaknya bergerak setelah menerima laporan masyarakat terkait aksi penganiayaan yang dilakukan sekelompok orang tersebut.
“Untuk terduga para pelaku, identitasnya sudah berhasil kita identifikasi. Saat ini anggota kita sedang melakukan pengejaran terhadap mereka,” ujar Musa saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya, Senin (2/11/2026) sore.
Musa menjelaskan, setelah menerima laporan sekitar pukul 09.00 WIB, petugas langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan awal.
Polisi juga mengumpulkan keterangan sejumlah saksi serta mengamankan alat bukti guna mengungkap peristiwa penyerangan tersebut.
“Sekitar pukul 09.00 WIB, kami mendapatkan laporan masyarakat bahwa telah terjadi penganiayaan yang dilakukan sekelompok orang. Kemudian kami mendatangi TKP, mengumpulkan keterangan saksi serta alat bukti,” jelasnya.
Akibat penyerangan tersebut, tiga orang mengalami luka akibat sabetan senjata tajam. Ketiganya saat ini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.
“Ada tiga korban yang mengalami luka di beberapa bagian tubuh dan saat ini sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit. Kita terus pantau perkembangan kesehatan para korban. Untuk motif penyerangan tersebut masih kita dalami,” tegas Musa.
Diberitakan sebelumnya, aksi penyerangan menggunakan senjata tajam terjadi di Jalan Pertahanan Ujung, RT 37, RW 01, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan SU II, Palembang, Senin (2/11/2026) pagi.
Tiga korban masing-masing M Al Hadi yang merupakan Ketua RT setempat, Hafiz selaku Ketua RW, serta seorang warga bernama Arfani. Ketiganya mengalami luka setelah diserang sekelompok pria bersenjata tajam.
Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang oleh Titis Rachmawati, keluarga sekaligus penasihat hukum para korban, pada Senin siang.
Titis meminta polisi mengusut tuntas penyerangan tersebut, termasuk memeriksa pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan peristiwa itu. Salah satu pihak yang diminta untuk diperiksa adalah perempuan berinisial RJ.
Ia juga mendesak polisi mengungkap pihak yang diduga menjadi aktor intelektual di balik penyerangan tersebut.
“Saya meminta kepada pihak kepolisian secara tegas mengamankan aktor intelektual penyerangan. Kita sudah mengetahui semua, bahkan sebelum terjadi sempat melakukan proses wawancara di TikTok,” tuturnya.[DNP]

