RELUNG.ID — Presiden Amerika Serikat Joe Biden mempertegas sikapnya terhadap konflik antara Israel dan Hamas.
Joe Biden juga mengkritik tindakan militer Israel yang dianggapnya terlalu berlebihan dalam merespons serangan-serangan Hamas di wilayahnya.
“Saya berpandangan, seperti yang Anda ketahui, bahwa tindakan respons di Jalur Gaza sudah berlebihan,” kata Biden dikutip Rmol Sumsel.
BACA Juga : Perdana Menteri Israel Tolak Gencatan Senjata Hamas
Biden menegaskan komitmennya untuk terus bekerja tanpa lelah dalam mendorong perpanjangan jeda pertempuran di Gaza, dengan tujuan memfasilitasi pembebasan puluhan sandera yang masih ditahan sejak serangan pada 7 Oktober lalu.
Dalam konferensi pers malam yang berapi-api, Biden memberikan gambaran nyata tentang penderitaan warga di Gaza dan menekankan perlunya tindakan lebih lanjut untuk mengatasi krisis kemanusiaan di sana.
Konflik yang telah berlangsung selama empat bulan ini telah menguji diplomasi Amerika, menurut Biden.
Ia juga menyoroti penderitaan warga Gaza akibat pemboman besar-besaran Israel dan kurangnya pasokan penting sejak serangan teror 7 Oktober yang dilakukan oleh Hamas.
BACA Juga : Penjualan McDonald’s Turun Akibat Gelombang Boikot Terkait Dugaan Dukungan untuk Israel
Hamas sebelumnya menuntut Israel membebaskan ratusan tahanan Palestina dan mengakhiri perang sebagai bagian dari kesepakatan penyanderaan. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak persyaratan tersebut.
Meskipun demikian, Biden menyatakan bahwa ia masih berharap dapat mencapai kesepakatan yang dapat membuka jalan untuk mengakhiri perang.
“Sekarang saya berusaha sangat keras untuk menangani gencatan senjata dan penyanderaan ini,” ujarnya.
Biden mendapat tekanan kuat dari anggota partainya sendiri untuk berbicara lebih tegas mengenai situasi di Gaza dan menuntut gencatan senjata.

