RELUNG.ID – Kementrian Agama (Kemenag) mulai mempersiapkan operasional untuk penyelenggaraan ibadah haji 1445 H atau tahun 2024.
Hal ini dikarenakan, nantinya jemaah haji Indonesia bakal tinggal selama 41 hari di Arab Saudi.
Persiapan yang dilakukan mulai dari akomodasi, hotel, dan konsumsi.
Baca Juga: Desember, OKI dan Lahat Bakal Diisi Pj Bupati
Direktur Layanan Haji Luar Negeri, Subhan Cholid mengatakan, pihaknya telah memberangkatkan tim akomodasi dan tim katering ke Arab Saudi pada 27 November lalu.
Pihaknya juga nanti akan memberangkatkan tim transportasi untuk menyiapkan kebutuhan layanan bus bagi para jemaah haji mendatang.
“Jemaah haji Indonesia ini nantinya akan tinggal di Arab Saudi selama lebih kurang 41 hari. Rinciannya sembilan hari di Madinah, sedangkan sisanya di Makkah,” katanya.
Baca Juga: Ini 7 Sisi Gelap Kehidupan Bartholomew Kuma di One Piece
Tim nantinya akan menyiapkan hotel jemaah baik di Makkah maupun di Madinah.
Untuk layanan katering, tahun 2024 jemaah haji akan mendapat 127 kali makan, terdiri atas: 27 kali makan di Madinah, 84 kali makan di Makkah, 15 kali makan selama di Arafah dan Mina (Armuzna).
Lalu nantinya akan ada 1 kali snack berat di Muzdalifah, dan satu kali makan di Bandara Saudi (Jeddah atau Madinah).
Baca Juga: Ini 4 Kedekatan Vegapunk dan Bonney di One Piece
“Tim akan menyiapkan pengadaan dapur penyedian layanan haji di Arab Saudi. Mereka harus dapat menyiapkan makanan bercita rasa nusantara,” terangnya.
Selain akomodasi dan katering, jemaah haji Indonesia juga akan mendapat layanan transportasi.
Ada tiga jenis layanan transportasi. Pertama, layanan dari bandara Madinah ke hotel di Madinah (dan sebaliknya).
Baca Juga: Vivo S18 Series Muncul dengan Desain Belakang yang Memukau dan Teknologi AI Canggih
Kedua, layanan bus antar kota dari Madinah ke Makkah (dan sebaliknya). Ketiga, layanan dari bandara Jeddah ke hotel di Makkah (dan sebaliknya). Keempat, layanan bus salawat.
Tim transportasi akan menyiapkan pengadaan armada bus yang digunakan jemaah haji Indonesia. Kita sudah rumuskan sejumlah spesifikasi kendarannya, termasuk usia tahun pembuatan maksimal 5 tahun.
“Tim akomodasi, katering, dan transportasi akan bertugas lebih kurang 30 hari di Arab Saudi. Semoga proses pengadaan layanan bisa berjalan lancar dan optimal,” pungkasnya.

