RELUNG.ID — Bank Indonesia mencatat volume transaksi QRIS di Sumatra Selatan (Sumsel) pada tahun 2023 mencapai 21,4 juta atau 160% dari target yang ditetapkan. Capaian ini juga seiring dengan penambahan pengguna QRIS sebanyak 510.361 orang.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Ricky P Gozali, menyatakan bahwa peningkatan tajam dalam penggunaan QRIS merupakan prestasi luar biasa namun juga menjadi tantangan tersendiri.
“Tahun ini, target volume transaksi QRIS di Sumsel ditetapkan sebesar 28 juta, dua kali lipat lebih tinggi dari tahun sebelumnya, ” kata dia, Senin (26/2).
Meskipun optimis, Ricky menyadari perlunya perhatian terhadap literasi masyarakat dan infrastruktur untuk mencapai target tersebut.
“Meskipun indeks inklusi di Sumsel cukup baik di atas 80 persen, literasi masyarakat masih rendah, hanya sekitar 50 persen, ” kata dia.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, M Latif, menambahkan bahwa Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemda (IETPD) di Sumsel juga terus meningkat. Pada tahun 2023, semua pemerintah daerah di Sumsel telah masuk dalam kategori Pemda digital,
‘Dengan demikian, Sumsel terus berupaya meningkatkan penggunaan sistem pembayaran digital dan literasi masyarakat guna mencapai target transaksi QRIS yang lebih tinggi pada tahun ini, “kata dia [RG]

