RELUNG.ID — Saleh Husin, yang baru saja meraih gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya di Program Doktor Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, menyampaikan bahwa Indonesia, sebagai produsen dan pengguna minyak kelapa sawit terbesar di dunia, menghadapi tantangan besar dalam hal penghiliran industri kelapa sawit.
Dalam sidang terbuka yang digelar di Depok, Jawa Barat, Saleh Husin menjelaskan bahwa penting bagi Indonesia untuk mengembangkan kebijakan dan strategi yang mendorong penghiliran industri kelapa sawit nasional.
Hal ini bertujuan untuk menghindari jebakan kutukan sumber daya alam dan perangkap pendapatan menengah, di mana kekayaan sumber daya alam tidak mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
“Hilirisasi dapat membantu kita terlepas dari kutukan sumber daya alam dan perangkap pendapatan menengah karena mendorong inovasi dan mengurangi ketergantungan pada sumber daya tertentu,” ujar Saleh Husin.
Menurut Saleh, penghiliran industri kelapa sawit dapat memberikan nilai tambah yang tinggi pada produk turunan minyak kelapa sawit. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan nilai ekspor, tetapi juga akan menciptakan peluang untuk pengembangan industri pendukung lainnya di dalam negeri.
“Peningkatan pendapatan berarti peningkatan kesejahteraan petani, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan Produk Domestik Bruto,” tambahnya.
Saleh, yang saat ini menjabat sebagai Managing Director di Sinar Mas, menekankan bahwa penghiliran industri kelapa sawit adalah langkah penting dalam memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkualitas bagi Indonesia. [RG]

