RELUNG.ID – Ramadhan menjadi bulan penuh keberkahan, khususnya bagi Candra seorang pembuat dawet di Pagar Alam.
Pasalnya, usaha yang digelutinya sejak 4 generasi ini mulai kebanjiran order dari para pembelinya.
Mengingat dawet menjadi salah satu jenis panganan yang hanya bisa didapatkan di Pagar Alam saat bulan puasa.
“Usaha pembuatan ini di jalankan oleh keluarganya dan hanya dilakukan selama satu bulan saja yakni selama bulan Ramadhan,” kata Candra.
Proses pembuatan Dawet sendiri mirip dengan proses pembuatan Dodol.
Dimana tepung beras di campur air lalu di masak di atas tungku api besar hingga adonan mengental. Kemudian, setelah adonan dingin kemudian di cetak menjadi bentuk Dawet mennggunakan alat seperti saringan.
Berbeda dengan Cendol yang berbahan baku tepung tapioka atau sagu, Cendol yang berbahan baku tepung beras kata Candra lebih rapu sehingga tidak tahan lama.
“Jika tidak habis terjual tidak bisa di simpan dan terpaksa di buang karena jika sudah sudah lebih dari satu hari Dawetnya akan hancur berbeda dengan Cendol yang bahan bakunya tapioka atau sagu yang jauh lebih tahan lama,” terangnya.
Selain bahan baku tepungnya, yang membedakan Cendol dengan Dawet adalah bahan pewarnaanya.
Dimana, Cendol menggunakan pewarna makanan pabrikan sedangkan Dawet menggunakan pewarna alami.

