RELUNG.ID — Tradisi pemberian uang saat momen Lebaran Idul Fitri sudah berlangsung sejak lama dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia.
Menurut Kepala Program Studi Indonesia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Sunu Wasono, tradisi ini mungkin dipengaruhi oleh budaya China yang memberikan angpao saat Tahun Baru Imlek.
“Bagi-bagi uang di saat Lebaran merupakan tradisi yang sudah lama berlangsung dan itu telah menjadi bagian dari budaya kita. Ada kemungkinan terpengaruh oleh Budaya China, tapi di hari-hari besar (tidak hanya pada hari Lebaran) kebiasaan bagi-bagi uang atau barang telah menjadi kelaziman,” ujar Sunu.
Alasan orang umumnya membagi-bagikan uang saat Lebaran adalah sebagai bentuk semangat berbagi dari orang yang sedang memiliki rezeki lebih di momen itu, terutama karena menerima Tunjangan Hari Raya (THR) dari tempat kerja. Selain itu, dalam Islam diajarkan untuk berbagi dan memuliakan satu sama lain.
“Pemberian itu merupakan wujud perhatian dan kepedulian yang semuanya dilandasi oleh kasih sayang. Bagi uang kepada anak juga merupakan bagian dari kasih sayang. Kalau dasarnya tulus, semangatnya memberi perhatian atau saling membantu itu bagus, tidak ada masalah,” jelasnya.
Tradisi memberi uang kepada anak-anak juga dapat dianggap sebagai hadiah karena mereka telah berpuasa selama sebulan penuh.
“Pemberian itu juga merupakan semacam hadiah untuk merangsang atau mendorong anak-anak agar mau puasa untuk tahun depan sampai tutug (selesai). Jadi puasanya tidak model tutup kendang atau puasa di hari pertama dan hari terakhir, tengahnya kosong,” tambah Sunu.
Sejarah Cash Matters menyebutkan bahwa tradisi memberi salam tempel sudah ada sejak abad pertengahan, dimulai saat Kekhalifahan Fatimiyah dari Afrika Utara membagikan uang, pakaian, atau permen kepada orang-orang pada hari pertama Lebaran. Tradisi ini terus berlanjut hingga akhir era Ottoman, dikenal sebagai “eidiyah”.
Meskipun tradisi ini telah mengalami perubahan dari pemberian barang seperti pakaian dan makanan menjadi hanya uang atau barang elektronik seperti ponsel atau konsol gim, esensinya tetap sebagai ungkapan kasih sayang dan semangat berbagi dalam momen yang suci seperti Lebaran Idul Fitri.

