RELUNG.ID – Suasana duka masih menyelimuti keluarga dan tetangga pasca meninggalnya nenek Rohaya, Kamis (7/9).
Sang suami, Slamet pun hanya tertunduk lesu di rumah mereka di Desa Karang Endah, Kecamatan Lengkiti, OKU, Sumsel.
Nenek Rohaya meninggal dunia diusianya 80 tahun karena satu bulan menahan sakit komplikasi yang dideritanya.
Baca Juga: Suzuki S-Presso Mobil Temurah Cicilan Rp2 Jutaan
Ditemui di rumah duka di Desa Karang Endah, Kecamatan Lengkiti, OKU, Sumsel, Slamet mengaku saat kehilangan dan menyesal.
Pasalnya, saat terakhir istrinya (nenek Rohaya) meninggal dunia, dia tidak berada di sampingnya karena di desa tetangga.
“Saya sedang bekerja dan sudah tiga hari tidak pulang,” katanya.
Baca Juga: Motorola Edge 40 Neo Mulai Debut 14 September, Siap-siap ‘Masuki Dunia Warna’
Dia mengaku tahu jika istrinya sakit. Namun, tidak menyangka jika hari itu istrinya pergi untuk selamanya. Slamet pun mengaku belum tahu hendak melakukan apa sepeninggal istrinya.
“Tidak tahu pak, mau apa. Mungkin saya mau cari kontrakan yang aman dan nyaman, lokasinya di mana saja,” jawabnya.
Sementara itu, anak bungsu Rohaya, Doni Saputra (27) menceritakan, sebelum ibunya (nenek Rohaya) menghembuskan nafas terakhir, dirinya sempat pulang dari rumah makan tempatnya bekerja yang tak jauh dari kediaman mereka.
Baca Juga: Ini 5 Penderitaan Nami ‘Emily Rudd’ di One Piece Live Action
Dia sengaja membawa nasi bungkus dan untuk menyuapi ibunya makan. Namun, kondisi sang ibu sudah lemah dan tidak sanggup lagi untuk membuka mulutnya.
“Melihat kondisi sudah seperti itu, saya langsung lesu dan berkata jika ada salah saya minta maaf. Mama hanya memandangi saya dengan tatapan kosong dan tangan kanannya sambil menepuk-nepuk kasur dengan pelan,” kenang Doni dengan raut wajah sedih
Untuk diketahui, nenek Rohaya dimakamkan berdampingan dengan suami pertamanya yang meninggal tahun 2001, yang merupakan pensiunan tentara.

