RELUNG.ID – Kenaikan harga komoditas kopi yang cukup signifikan berdampak pada maraknya aksi pencurian kopi di Kota Pagar Alam dan sekitarnya.
Aksi pencurian ini menyasar kebun kopi yang jauh dari pemukiman atau memang yang tidak di jaga oleh pemiliknya.
Salah satu korban aksi pencurian ini yaitu Wansah yang kebun kopinya berada di Kawasan Kecamatan Dempo Tengah.
Dia mengaku, akibat pencurian buah kopi ini, ditaksir kerugian yang dialaminya hingga jutaan rupiah. Karena hampir seperempat tanaman kopinya habis dicuri.
Para pencuri ini tidak hanya mengambil buah kopi yang sudah matang, tetapi juga buah kopi yang muda. Bahkan, pencuri ini merusak pohon serta percabangannya.
“Kemarin rencananya saya akan memetik buah kopi yang sudah matang. Tapi, saat dikebun saya lihat buah kopi di batang sudah hilang. Padahal, seminggu lalu saya lihat buah kopi ini masih ada,” katanya, Senin (29/4).
Sementara itu, Kapolres Pagar Alam, AKBP Erwin Aras Genda mengimbau warga yang memiliki kebun kopi untuk menjaga areal perkebunan mereka. Hal ini untuk mengantisipasi aksi pencurian di kebun kopi mereka.
Selain itu pihaknya juga telah mengeluarkan larangan jual beli buah dan biji kopi basah yang di curigai itu adalah hasil kejahatan para pencuri.
“Sampai sejauh ini kami belum menerima laporan secara resmi terkait pencurian buah kopi. Tapi, petugas sudah merespon informasi dan mendatangi beberapa lokasi yang sering terjadi pencurian ini,” singkatnya.

