RELUNG.ID — Amniar, seorang dosen di salah satu universitas negeri ternama di Kota Palembang, Sumsel, merasa senang setelah berhasil memeriksa karya skripsi akhir salah satu mahasiswanya yang ternyata menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) AI dari aplikasi ChatGPT.
“Karya skripsi mahasiswaku ternyata terindikasi 95 persen dari AI,” ungkap Amniar dengan gembira saat pelatihan Debunking DeepFake di Hotel Zuri Palembang pada Kamis (3/5/2024).
Pengetahuan tentang cara membongkar informasi hasil AI atau Debunk AI ini dipimpin oleh Heru Margianto, Managing Editor Kompas.com, dengan bantuan Qodriansyah Agam Sofyan, Jurnalis Trusttv.id, di hadapan puluhan peserta dari berbagai latar belakang pendidikan.
Heru Margianto, atau yang akrab disapa Embong, menggambarkan produk AI seperti pisau bermata dua.
“Seperti pisau, dapat berguna untuk memotong daging atau sayuran, tetapi di tangan yang salah, dapat membahayakan orang,” tegas Heru.
Pelatihan ini berlangsung selama 90 menit dan membangkitkan semangat seluruh peserta yang hadir untuk mendapatkan pengetahuan tentang AI.
Pelatihan Debunking DeepFake ini merupakan bagian dari rangkaian acara Indonesia Fact Checking Summit 2024 yang diadakan pada tanggal 2 Mei 2024 di Palembang.[RG]

