RELUNG.ID — Inspektorat Kota Prabumulih merespons cepat terhadap viralnya sebuah video yang menunjukkan dugaan malapraktik yang dilakukan oleh seorang oknum bidan bernama ZN.
Video tersebut memperlihatkan tindakan yang diduga menjadi penyebab menderita pembengkakan ginjal hingga akhirnya meninggal dunia bagi korban.
ZN, yang juga menjabat sebagai Lurah di Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, langsung dipanggil oleh Inspektorat Kota Prabumulih setelah video tersebut tersebar di media sosial.
Kepala Inspektorat Kota Prabumulih, Indra Bangsawan, menyatakan bahwa pihaknya telah menurunkan tim bersama Dinas Kesehatan Kota Prabumulih untuk memastikan kebenaran kabar tersebut.
“Kami diperintahkan oleh Pj Wali Kota Prabumulih untuk mengecek kebenaran berita tersebut. Ternyata Ibu Lurah sedang tidak berada di tempat,” ujar Indra Bangsawan, Jumat (3/5).
Meskipun demikian, lanjut Indra, Lurah tersebut sedang berada di Lahat menuju ke Pagaralam. “Kami kemudian melakukan penjemputan dan memanggilnya ke Inspektorat,” terangnya.
Selanjutnya, pihaknya akan melakukan pengecekan dan konfirmasi data berdasarkan berita yang sedang viral.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, oknum bidan tersebut tiba di Inspektorat pada pukul 14.00 WIB setelah menunggu cukup lama.
Dengan mengenakan pakaian batik, rok hitam, dan kerudung hitam, oknum tersebut masuk ke salah satu ruangan di Inspektorat tanpa memberikan komentar.
Sebelumnya, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kasus yang saat ini viral di media sosial tersebut berawal dari video ZN saat memberikan suntikan kepada korban, R (59). [RG]

