RELUNG.ID — Jemaah haji Indonesia mulai memadati Kota Makkah dengan kondisi cuaca yang sangat panas, mencapai 42 derajat Celsius.
Kepala Daerah Kerja Makkah, Khalilurrahman, mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatan dan menghindari aktivitas di luar saat siang hari.
Kasi Kesehatan Daker Makkah, Nurul Jamal, menyarankan membawa alat pelindung diri, minum air yang cukup, membawa semprotan air, dan menghindari aktivitas berlebihan, seperti umrah di siang hari, untuk mencegah risiko kesehatan akibat cuaca ekstrem.
“Cuaca di Makkah cukup ekstrem. Jika siang, bahkan suhunya menembus 42 derajat celcius. Jangan banyak melakukan aktivitas di luar saat siang hari,” kata Khalilurrahman dikutip Senin (27/5).
Kasi Kesehatan Daker Makkah Nurul Jamal menyampaikan ada beberapa hal yang harus diperhatikan jemaah saat beraktivitas di tengah cuaca panas Makkah.
“Pertama, jangan lupa membawa dan menggunakan alat pelindung diri (APD), seperti payung, topi, kacamata, dan masker saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari,” kata Jamal.
Kedua, minum air yang cukup. “Jangan tunggu haus. Minum sesering mungkin. Kalau perlu minum oralit agar elektrolitnya cepat terganti,” kata Jamal.
Ketiga, bawa semprotan air bila beraktivitas di luar ruang. Gunakan ini untuk membasahi bagian tubuh yang terpapar sinar matahari langsung.
“Keempat, ini yang penting juga, jangan beraktivitas berlebihan terutama jalan kaki di siang hari,” pesan Jamal. “Misalnya, jangan memaksakan umrah di siang hari. Ini bisa berakibat fatal jika dipaksakan,” imbuhnya.

